Lesi Merah Purpura

http://www.infogigi.comPurpura (Petechiae, Ekimosis, Hematoma).

Purpura adalah suatu keadaan yang ditandai oleh genangan darah ekstravasasi. Faktor yang menstimulasi dapat iatrogenik, buatan atau trauma kecelakaan pada jaringan-jaringan vaskuler yang ada di dalam kulit atau submukosa.

Loading...

Dalam keadaan dimana tidak ada trauma, maka harus dicurigai keberadaan kurangnya keping darah baik kuantitatif maupun kualitatif, faktor-faktor pembekuan, atau kerapuhan kapiler.

Pada awalnya purpura tampak merah terang, tetapi lama kelamaan cenderung untuk berubah warna, menjadi ungu-biru dan selanjutnya coklat-kuning. Karena lesi-lesi ini terdiri atas darah ekstravaskuler, lesi tidak menjadi pucat bila ditekan.

Ketiga tipe purpura – petechiae, ekimosis, dan hematoma diklasifikasikan menurut ukuran dan etiologinya. Petechiae adalah bercak-bercak titik, tidak menimbul, bulat dan merah.

READ:  Gigi Tiruan Dalam Dunia Kedokteran Gigi

Palatum lunak adalah lokasi intraoral yang paling umum untuk petechiae multifokal. Petechiae palatum dapat merupakan tanda awal dari mononukleosis menular, demam scarlet, leukemia, diatesis perdarahan atau kelainan darah. Juga dapat menunjukkan robeknya kapiler-kapiler palatum akibat batuk, bersin, muntah atau fellatio.

Petechiae hisapan di bawah gigi tiruan atas bukanlah purpura yang sebenarnya. Hal itu terjadi sebagai akibat dari infeksi candida dan radang dari muara kelenjar-kelenjar liur tambahan, bukan karena tekanan negatif oleh gigi tiruan seperti yang seperti yang dipercaya dimasa lalu.

Suatu daerah darah ekstravasasi yang diameternya biasanya lebih besar dari 1 cm disebut ekimosis (memar biasa). Evaluasi fisik yang cermat dapat menunjukkan penyebab trauma mekanik, kelainan-kelainan hemostatik, penyakit Cushing, penyakit neoplastik, purpura idiopatik primer atau trombositopenik sekunder atau memakai obat-obat antikoagulan, seperti bishydroxicoumarin, warfarin dan heparin.

READ:  Tips Mengatasi Bau Mulut Selama Puasa

Hematoma adalah genangan luas dari darah ekstravasasi akibat dari terputusnya pembuluh darah karena trauma. Terjadi paling umum dalam rongga mulut sebagai akibat dari benturan pada wajah, erupsi gigi, robeknya vena alveolar superior posterior selama penyuntikan anestesi lokal.

Biasanya berwarna merah tua-coklat atau biru dan nyeri pada palpasi. Purpura lama kelamaan menjadi pucat dan tidak memerlukan perawatan tertentu. Menentukan penyebabnya adalah suatu pertimbangan utama.

Loading...