Lupus Eritematosus

http://www.infogigi.comLupus eritematosus (LE) ada dalam 3 bentuk: Lupus eritematosus diskoid kronis (CDLE), yang hanya mengenai kulit; Lupus eritematosus sistemik (SLE), yang mengenai banyak sistem organ; dan Lupus eritematosus kutan subakut yaitu suatu varian kutan dengan gejala-gejala sistemis ringan. Penyebab dari ketiga tipe tersebut tidak diketahui.

CDLE, bentuk jinak dari penyakit tersebut adalah murni kelainan mukokutan. Dapat timbul pada setiap usia, tetapi terutama pada wanita-wanita di atas usia 40 tahun.

Loading...

CDLE secara klasik ditandai oleh suatu bercak seperti kupu-kupu, merah, simetris yang terjadi melintang batang hidung. Daerah-daerah wajah yang sangat fotosensitif lainnya, termasuk pipi, daerah malar, dahi, kulit kepala dan telinga juga dapat terkena.

READ:  Kurangnya Kesadaran Masyarakat Dalam Memelihara Kesehatan Gigi dan Mulut

Lesi-lesi LE bersifat kronis dengan periode kekambuhan dan remisi. Lesi yang masak menunjukkan 3 daerah; suatu pusat atrofik yang dibatasi oleh daerah tengah hiperkeratotik yang dikelilingi oleh suatu eritematosus di perifernya.

Seringkali ada hipopigmentasi dari lesi akibat kerusakan melanositik di pertemuan epidermal-dermal. Telangiektasia, blackhead dan “sisik halus” merupakan temuan dermal yang umum. Lesi-lesi tersebut biasanya terbatas pada bagian atas dari tubuh, terutama kepala dan leher.

Duapuluh sampai empatpuluh persen dari penderita LE mempunyai lesi oral. Lesi ini dapat timbul sebelum atau sesudah lesi kulit timbul. Lesi kulit umumnya merah dengan tepi bersisik yang putih sampai keperak-perakan.

Bibir bawah yang terpajan matahari di tepi vermilion adalah daerah yang umum, sedangkan bibir atas biasanya terkena sebagai akibat dari perluasan langsung dari lesi-lesi kulit. Lesi intraoral seringkali difus dan eritematosus dengan komponen ulseratif dan putih.

READ:  Luka dan Pertumbuhan Lainnya di Mulut

Kadang-kadang CDLE timbul sebagai plak-plak putih yang terpisah. Mukosa pipi adalah daerah intraoral yang paling sering terkena, diikuti oleh lidah, paaltum dan gusi.

Garis-garis merah dan putih sejajar yang bergantian dalam susunan radial adalah tanda diagnostik yang penting, bersama dengan gambaran lesi multipel pada beberapa permukaan.

Lesi-lesi ini dapat menyerupai lichen planus; tetapi lesi pada telinga membantu menyingkirkan diagnosis lichen planus. Lesi ulseratif umumya sakit dan memerluka perawatan.

Perlu menghindari stres emosional, dingin, sinar matahari dan makanan-makanan berbumbu pedas. Penggunaan pelindung matahari, steroid topikal, steroid sistemik, dan obat-obat antimalaria telah terbukti efektif. Pasien yang memakai obat anti-malaria memerlukan pengamatan ophtalmologik yang cermat.

READ:  Mencabut Gigi Sendiri Tanpa Adanya Rasa Sakit

Loading...