Stomatitis Apthosa Kambuhan

http://www.infogigi.com Apthae Minor, Ulkus Apthosa

Stomatitis apthosa kambuhan diklasifikasikan dalam 3 kategori menurut ukurannya: apthae minor, apthae major dan ulkus herpetiformis.

Kira-kira 20% dari penduduk menderita apthae minor atau “canker sore,” nama yang biasa disebut oleh pasien. Dapat dijumpai pada setiap orang, tetapi wanita dan orang dewasa muda sedikit lebih rentan.

Pola keturunan telah terbukti di sini dan orang-orang yang merokok lebih jarang terkena dari pada bukan perokok. Factor-faktor yang memicu apthae meliputi atopi, trauma, endokrinopati, menstruasi, defisiensi nutrisi, stress dan alergi makanan.

Meskipun etiologinya tidak diketahui, studi-studi dewasa ini mencurigai proses imunopatik yang melibatkan aktivitas sitolitik diperantarai sel sebagai respons terhadap HLA atau antigen asing. Bentuk L dari streptokokus dicurigai menjadi penyebab dalam pembentukan ulserasi apthosa.

READ:  Mekanisme Pemutihan Gigi

Ulkus apthosa minor mempunyai kecenderungan untuk terjadi pada mukosa bergerak yang terletak pada jaringan kelenjar saliva minor.

Seringkali terjadi pada mukosa bibir dan pipi, tapi ulkus jarang dijumpai pada mukosa berkeratin banyak seperti gusi dan palatum keras. Kadang-kadang dilaporkan adanya gejala-gejala pendahulu seperti parestesia dan hiperestesia.

Apthae minor tampak sebagai ulkus oval, dangkal, kuning kelabu, dengan diameter kira-kira 2 sampai 5 mm. Tepi Eritematosus yang mencolok mengelilingi pseudo membrane fibrinosa.

Tidak ada pembentukan vesikel pada penyakit ini, gambaran diagnostic cukup jelas. Ulkus-ulkus yang terjadi di sepanjang lipatan mukobukal seringkali tampak lebih memanjang.

Rasa terbakar adalah keluhan awal, diikuti dengan sakit hebat selama beberapa hari. Seringkali kelenjar submandibuler, servikal anterior dan parotis terasa nyeri, terutama jika ulkus tersebut terkena infeksi sekunder.

READ:  Cara Mencegah Sariawan

Apthae tidak bervariasi, kambuh dan pola terjadinya bervariasi. Kebanyakan orang terserang ulkus tunggal, sekali atau 2 kali setahun, mulai sejak masa anak-anak atau remaja.

Kadang-kadang ulkus tampak dalam kelompok-kelompok, tetapi biasanya kurang dari 5 terjadi sekaligus. Ulkus multipel dapat menetap seringkali sangat sakit dan biasanya mempunyai gambaran tak teratur.

Tindakan yang lebih ekstrim mungkin diperlukan untuk dengan efektif merawat pasien tersebut. Ulkus apthosa minor biasanya sembuh dengan spontan tanpa pembentukan jaringan parut, dalam waktu 14 hari.

Meskipun tidak ada pengobatan yang sukses sepenuhnya untuk stomatitis apthosa, pasien terbukti memberi respons terhadap suspense antibiotic, koagulasi, kauterisasi dan obat-obat anti peradangan.