Farmakoterapi dalam Perawatan Ortodontik yang Didukung dengan Micro-Implants

Dalam ortodontik modern, micro-implants penting untuk memperkuat penjangkaran, sangat penting dalam mempersingkat waktu perawatan dan menghilangkan efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun demikian, penempatan micro-screw menghasilkan diskontinuitas jaringan yang tidak dapat dihindari.

Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan aturan farmakoterapi dalam micro implants. Baik rasa nyeri maupun inflamasi berkembang setelah pemasangan 90 micro implants, oleh karena itu, efesiensi anestesi infiltrasi dengan analgesik tertentu dianjurkan. Tidak diperlukan penggunaan obat anti inflamasi non steroid dengan aktivitas analgesik/anti inflamasi.

Kesimpulannya, micro implants merupakan suatu tindakan dengan invasif yang rendah, tidak memerlukan farmakoterapi yang khusus, meskipun hal tersebut diperlukan pada kasus-kasus tertentu.

Pendahuluan
Saat ini micro-implants merupakan salah satu perawatan yang memperkuat penjangkaran dalam orthodontik, yang juga mempersingkat waktu perawatan: gigi bergerak satu unit atau mengurangi resiko resorbsi akar-menghilangkan penggoyangan gigi. Micro-implants memerlukan : anestesi infiltrasi, incisi vertikal, dan pengeboran saluran pada processus alveolar.

Prosedur tersebut, sejalan dengan pemasangan micro-implants dan penghilangan faktor-faktor resiko yang potensial, yang dapat memicu, yang disebabkan oleh diskontinuitas jaringan, infeksi, kerusakan mekanis dan termis, inflamasi dan pembengkakan jaringan. Frekuensi dan jenis efek samping tersebut belum dievaluasi di Polandia. Namun, di beberapa Negara, antibiotik profilaksis telah disahkan sangat penting.

READ:  Perawatan Saat Memakai Kawat Gigi

Tujuan dari tindakan ini adalah sebagai usaha untuk menetapkan peraturan farmakoterapi pada micro-implants untuk tujuan ortodontik.

Sembilan puluh conical micro implants, diameter 1,3 sampai 1,2, kira-kira jarum suntik khusus no.12 yang digunakan pada 30 orang pasien, tanpa didahului penggunaan antibiotik atau prosedur pembedahan. Lignokain 2% noradrenalin digunakan untuk anestesi infiltrasi.

Tempat masuknya jarum suntik ditentukan berdasarkan batasan anatomis dan persyaratan perawatan biomekanis. Incisi vertikal (4-5 mm) dibuat melalui jaringan lunak yang diikuti dengan penembusan (dengan round bur 0,9 mm) pada permukaan tulang kortikal.

Penelitian dan Hasil Diskusi
Pada penelitian saat ini, peneliti menggunakan terapi antibiotik. Antibiotik digunakan untuk mengontrol infeksi mikroba yang mungkin terjadi. Terapi antibiotik dilakukan setelah diagnosis awal, tetapi masih menjadi pertimbangan dan pemilihan antibiotik berdasarkan data penyakit potensial.

READ:  Partial Ankyloglossia atau Lidah Dasi

Semua micro implants didesain sebagai alat self-drilling, tetapi metode self-tapping dinyatakan kurang invasif dalam hal tekanannya yang berlebihan atau kekuatan mukosa oral terhadap prepared tunnel. Walaupun 7 micro implants self tapping ditolak, namun tidak satupun dari 30 orang pasien yang membutuhkan antibiotik, asalkan tidak bertentangan dengan aturan dasar teknik asepsis yang efisien dalam mencegah infeksi.

Namun, bisa terjadi keadaan infeksi dimana spesies yang resisten terhadap berbagai jenis antibiotik, dapat diatasi dengan 1-methyl-N-(hidroximetil) nikotinamid yang baru-baru ini dilaporkan sebagai obat non toksik dengan kemampuan anti inflamasi dan anti bakterial, disebabkan oleh pelepasan formaldehid yang lambat yang mengurangi iritasi dan rasa sakit.

Efisiensi anestesi infiltrasi dengan analgesik tertentu juga dianjurkan kembali, karena tak ada satupun individu yang dilaporkan mengalami nyeri selama prosedur operasi dan pemasangan micro-implants. Meningkatnya ambang sensibilitas pada pasien dengan Cornelia de Lange I syndrome, micro implants dapat dipasang tanpa analgesia.

READ:  Gejala Serangan Virus Herpes Pada Mulut

Meskipun pasien tampaknya tidak memerlukan obat anti inflamasi non-steroid dengan aktivitas analgesik/anti inflamasi, mereka sebaiknya dipantau secara berkala. Laporan terbaru pada coxibs,inhibitor siklooksigenasi-2, tampak menjanjikan dalam hal aksi antipiuretik dan anti analgesik tanpa efek terhadap gastrointestinal yang serius.

Meskipun penggunaan obat-obatan tersebut harus berdasarkan penelitian yang cermat, karena adanya tromboembolik, etoricoxib sangat efisien sebagai penghilang rasa sakit post operasi dental pada populasi dengan resiko kardiovaskular yang rendah.

Micro-implants merupakan sutu tindakan dengan invasif yang rendah. Pada dasarnya,tindakan tersebut tidak memerlukan antibiotik profilaksis, jenis anestesi lokal yang khusus dan obat anti inflamasi non steroid. Tidak banyak resiko dan dan jenis efek samping yang yang tidak diinginkan dari penelitian ini setelah injeksi khusus dengan jarum biasa. Namun tidak boleh diabaikan bahwa bisa terdapat satu kasus yang membutuhkan perawatan dengan farmakoterapi yang berbeda.