http://www.infogigi.com

Pencegahan Radang Mulut

http://www.infogigi.comRadang Mulut

Radang mulut adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada rongga mulut. Penyebabnya macam-macam antara lain kebersihan rongga mulut itu sendiri, gigi palsu yang kurang pas, makanan atau minuman yang pedas dan panas, reaksi alergi, atau terjadinya infeksi.

Radang mulut bisa dicegah dengan cara:

1. Menjaga kebersihan rongga mulut.

2. Menghindari makanan tajam seperti kacang tanah, taco, dan keripik kentang. Sikat gigi berbulu lembut harus digunakan, dan gigi dan gusi harus disikat dengan hati-hati.

3. Menghindari membenturkan sikat gigi ke dalam gusi.

4. Factor local, seperti tidak pas peralatan gigi atau gigi yang tajam, dapat dikoreksi oleh dokter gigi.

Penyebab infeksi pada peradangan rongga mulut biasanya dapat diobati dengan pemberian obat. Untuk peradangan mulut akibat masalah sitemik, seperti AIDS, leukemia, dan anemia diperlukan pengobatan oleh dokter spesialis.

Peradangan akibat luka bakar mulut kecil dari minuman panas atau makanan panas biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam seminggu atau lebih.

Pada masalah kronis stomatitis aphthous perlu terlebih dahulu memperbaiki setiap vitamin B12, zat besi, atau kekurangan folat.

http://www.infogigi.com

5 Pemicu Plak Pada Gigi

Ada lima hal yang merupakan pemicu munculnya plak:

a. Jarang menyikat gigi.

Sikatlah gigi anda minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride. Sikatlah seluruh permukaan gigi dengan lembut.

b. Kurang teliti membersihkan.

Gunakan dental floss (benang gigi) untuk membersihkan dan menjangkau daerah yang sulit terjangkau oleh sikat gigi. Misalnya antar gigi atau pada gigi berjejal.

c. Malas ke dokter gigi.

Serutin-rutinnya kita menyikat gigi, kita tetap perlu bantuan dokter gigi untuk membersihkan plak yang telah mengeras menjadi karang gigi. Jadi jangan malas ke dokter gigi agar gigi bebas dari plak dan karang gigi.

d. Suka makanan manis.

Makanan manis, softdrink serta rokok dapat menimbulkan lapisan tipis yang disebut stain. Adanya stain memudahkan makanan dan kuman menempel dan pada akhirnya membentuk plak.

e. Menolak sayuran.

Sayur dan buah-buahan yang dimakan dengan kulitnya merupakan scrub alami untuk menghilangkan plak. Jadi tidak ada lagi alasan untuk menolak makan sayuran.

Cara terbaik untuk menghilangkan plak adalah dengan menyikat gigi terutama di malam dan pagi hari. Lakukan pembersihan interdental oleh benang gigi, tusuk gigi, atau sikat antar gigi.

Sementara karang gigi yang terbentuk hanya dapat dihilangkan oleh dokter gigi dengan menggunakan alat yang disebut scaler. Jika karang gigi disertai penyakit gusi yang parah, pasien mungkin dirujuk ke spesialis periodontis untuk perawatan lebih lanjut.

http://www.infogigi.com

Phiegmon atau Ludwig S.Angina

http://www.infogigi.comAngina Ludwig merupakan infeksi sangat berat yang menyebar dari pembusukan gigi bawah ke dasar mulut. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan hebat didasar mulut yang bisa menyebabkan lidah terdorong ke atas sehingga menyumbat saluran pernapasan.

Gejala terjadinya Angina Ludwig:

1. Sesak nafas

2. Kebingungan atau perubahan mental lainnya

3. Demam

4. Leher sakit

5. Leher bengkak

6. Timbulnya bercak merah dileher

7. Rasa lelah yang berlebihan

8. Sulit menelan

9. Rasa sakit yang menyerang telinga.

Angina Ludwig dapat diatasi dengan cara:

a. Jika terjadi pembengkakan jalan napas sehingga jalan napas menjadi tertutup, perlu dilakukan operasi yang disebut trakeostomi yang menciptakan pembukaan melalui leher ke batang tenggorokan.

b. Pemberian antibiotic untuk melawan infeksi.

c. Perawatan gigi untuk mengatasi infeksi gigi yang menyebabkan Angina Ludwig.

d. Operasi untuk mengalirkan cairan yang menyebabkan pembengkakan.

Angina Ludwig dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Dengan demikian, bila terjadi infeksi pada rongga mulut dan gigi dapat diketahui sejak dini sehingga dapat dilakukan pengobatan untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

http://www.infogigi.com

Cara Menghindari Nyeri Gigi di Malam Hari

http://www.infogigi.comNyeri Gigi Di Malam Hari

Rasa nyeri merupakan tanda atau peringatan adanya masalah fisik atau bahaya yang mesti segera diatasi termasuk rasa nyeri pada gigi. Rasa nyeri ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Rasa nyeri pada gigi yang dirasakan oleh anak biasanya terjadi akibat abses pulpa dan abses dentoalveolar. Rasa nyeri ini dapat muncul kapan saja, tetapi akan lebih terasa pada malam hari.

Rasa nyeri akan muncul tiba-tiba dan biasanya ditandai dengan inflamasi dan infeksi pada gigi yang berlubang, mengalami trauma, dan gigi yang telah ditambal. Nyeri akan terasa selama beberapa jam terakhir pada saat tidur, makan, minum minuman yang sangat dingin, atau kegiatan lainnya.

Selain rasa nyeri, gigi permanen juga bisa mengalami rasa ngilu yang disebabkan oleh terbukanya dentin akibat menipisnya email gigi dan atau turunnya gusi.

Rasa nyeri akan berkurang segera setelah stimulus dihilangkan. Rasa nyeri ini disebut nyeri sekunder. Rasa nyeri akan terasa lebih sakit, dalam, yang diikuti rasa nyeri primer, yaitu nyeri di bagian superficial.

Rasa nyeri pada bagian gigi bisa terjadi pada anak-anak. Penyebabnya adalah inpaksi makanan pada bagian embrasure interdental, lesi karies yang merusak bagian marginal ridge dan kontak normal gigi sehingga akan muncul rasa sakit pada anak pada saat makan.

Hal ini penting untuk mengidentifikasi penyebab nyeri untuk menghindari terapi pulpa yang tidak perlu dilakukan atau juga ekstraksi gigi yang hanya disebabkan oleh karies.

Nyeri gigi ini dapat dihindari dengan cara:

1. Membersihkan sisa makanan pada daerah yang karies

2. Memperbaiki bentuk tambalan.

http://www.infogigi.com

Masalah Gigi Darurat dan Paramedian Lip Pits

http://www.infogigi.comMasalah gigi darurat

Sakit gigi merupakan masalah yang sangat umum terjadi pada gigi. Sakit gigi bisa terjadi karena:

1. Karies gigi

2. Abses

3. Peradangan gusi di sekitar akar gigi (perikoronitis)

4. Peradangan sinus (sinusitis).

Jika beberapa gigi atas terasa sakit pada saat mengunyah atau ketika membungkuk, kemugkinan penyebabnya adalah sinusitis (terutama jika sakit gigi timbul pada saat penderita menderita pilek). Pengobatan untuk sinusitis adalah antibiotic dan dekongestan (obat untuk melegakan hidung tersumbat).

Paramedian Lip Pits (pada anak)

Paramedian Lip Pits adalah adanya lubang atau celah pada garis tengah bibir, baik bibir bawah maupun bibir atas. Paramedian Lip Pits sering berhubungan dengan bibir sumbing atau celah langit-langit.

Tidak ada pengobatan untuk paramedian Lip Pits. Satu-satunya cara untuk mengatasi keadaan ini adalah dengan melakukan pembedahan untuk merekonstruksi bentuk bibir yang normal.

http://www.infogigi.com

Perawatan Saat Memakai Kawat Gigi

http://www.infogigi.comAda beberapa hal yang harus diperhatikan selama pasien memakai kawat gigi untuk perawatan gigi maloklusi:

1. Karena kawat gigi tidak dilepas, pasien harus rajin menjaga kebersihan mulut dan menghilangkan partikel makanan yang mudah terjebak untuk mencegah kerusakan gigi.

Makanan yang renyah harus dihindari untuk meminimalkan risiko melanggar alat.

2. Buah keras, sayuran, dan roti harus dipotong menjadi potongan seukuran gigitan sebelum makan.

3. Hindari makanan yang lengket, termasuk permen karet, harus dihindari karena dapat melemahkan semen.

4. Hindari minuman berkarbonasi karena minuman ini juga dapat melemahkan semen, serta berkontribusi terhadap kerusakan gigi.

5. Sikat gigi segera setelah makan makanan manis.

6. Dari pada menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan makanan yang terselip diantara gigi, gunakan benang khusus untuk melakukan “flossing”.

Setelah gigi telah dipindahkan ke posisi baru mereka, kawat gigi dikeluarkan dan pengikut sebuah dipakai sampai gigi menstabilkan dalam posisi itu. Pengikut tidak bergerak gigi, hanya menahan mereka ditempat.

Perawatan ortodontik adalah pengobatan yang hanya efektif untuk maloklusi yang tidak memerlukan operasi. Pasien biasanya memakai kawat gigi 18-24 bulan dan pengikut untuk satu tahun lagi.

Pengobatan lebih cepat dan lebih berhasil pada anak dan remaja yang gigi dan tulang masih berkembang. Lamanya waktu pengobatan juga dipengaruhi oleh seberapa baik pasien mengikuti instruksi ortodontik.

Secara umum, maloklusi tidak dicegah namun dapat diminimalkan dengan cara:

1. Mengontrol kebiasaan seperti mengisap jari atau jempol

2. Melakukan konsultasi awal dengan dokter gigi sebelum seorang anak berusia 7 tahun sehingga bila terdapat kelainan dapat dilakukan tindakan yang tepat.

http://www.infogigi.com

Mencegah Lesi Putih Jaringan Lunak Pada Anak

http://www.infogigi.comSelain mengalami lesi merah (gelap), jaringan lunak yang terdapat dalam rongga mulut juga bisa mengalami lesi putih, yaitu suatu keadaan di mana terjadi cedera pada jaringan lunak yang disebabkan oleh:

1. Leukodema

2. Keturunan (misalnya nevus spon putih)

3. Leukoplakia

4. Neoplasma

5. Infeksi

6. Penyakit mukokutan.

Sepintas, lesi putih ini mirip dengan sariawan. Hanya saja luka pada sariawan terasa halus. Sementara pada lesi putih terasa kasar.

Untuk mengobatinya, dokter akan memberikan salep agar luka pada lesi tidak bersentuhan langsung dengan makanan dan tidak mengalami gesekan dengan bagian mulut lainnya saat mulut sedang beraktivitas.

Lesi putih ini bisa dicegah dengan cara:

1. Menghindari stress yang berlebihan

2. Memperbaiki pola makan dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang

3. Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut.

http://www.infogigi.com

Lesi Merah Rongga Mulut

http://www.infogigi.comKata lesi diturunkan dari bahasa latin yang berarti cedera. Dalam istilah kedokteran, kata lesi digunakan untuk merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh. Hal ini dapat terjadi karena proses beberapa penyakit seperti trauma fisik, kimiawi, dan elektris; infeksi, masalah metabolisme; dan autoimun.

Lesi dapat ditangani dengan pembedahan seperti pada daerah tertentu pada otak untuk menangani epilepsy. Namun tidak semua lesi memerlukan penanganan dengan cara pembedahan.

Merupakan lesi yang paling sering terjadi. Penyebab lesi merah rongga mulut:

1. Inflamasi (pembengkakan) pada mukosa

2. Erosi

3. Atrofi

4. Purpura

5. Vaskuler

6. Neoplasma

7. Lesi mucus berpigmen

Merupakan perubahan warna mukosa rongga mulut antara warna cokelat ke warna hitam. Penyebabnya antara lain:

1. Pigmentasi ras

2. Inflamasi kronis

3. Tatto amalgam

4. Tattoo grafit

5. Obat-obatan

Lesi-lesi ini bisa diobati. Untuk kasus ringan, pengobatan dilakukan dengan pemberian obat berupa salep yang berfungsi sebagai topical coating agent yang melindungi lesi dari gesekan dalam rongga mulut dan melindungi agar tidak berkontak langsung dengan makanan yang asam atau pedas.

Pada kasus yang sedang hingga berat, dapat diberikan salep yang mengandung topical steroid.

Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Hindari stress yang berlebihan

2. Perbaiki pola makan

3. Jaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut.

http://www.infogigi.com

Tips Untuk Mencegah Kanker Mulut

http://www.infogigi.comKanker mulut dapat dicegah dengan cara:

1. Biasakan menghindari makanan dan minuman yang masih panas. Jika makanan/minuman masih panas, tunggulah sampai dingin

2. Bersihkan selalu mulut setelah makan.

Penyakit kanker mulut pada dasarnya dapat dicegah dengan senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut, karena factor utama penyebab kanker mulut adalah kurangnya kesadaran dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kondisi mulut yang tidak bersih membuat kuman yang berjangkit lama-lama menjadi jamur dan akhirnya berkembang menjadi kanker.

3. Rajin gosok gigi.

Menyikat gigi yang terbaik adalah dua kali sehari yakni sesudah makan dan sebelum tidur. Namun, menyikat gigi pun bukan sekedar menyikat. Jika proses menyikat gigi tidak sempurna, rutinitas menyikat gigi hanya menghilangkan 25% kuman yang ada dalam mulut.

4. Selain menyikat gigi, lidah yang merupakan tempat bertumpuknya kuman pun harus dibersihkan secara tuntas. Karena kuman dalam lidah ini bisa menimbulkan sariawan dan gangguan penyakit mulut lainnya.

5. Pilihlah pasta gigi yang benar karena akan sangat berpegaruh terhadap kesehatan gigi anda

6. Gunakan obat kumur untuk menuntaskan kegiatan membersihkan mulut

7. Rutin memeriksakan gigi enam bulan sekali ke dokter adalah tindakan sangat penting sebagai upaya pencegahan dini sebelum kerusakan gigi menyerang anda

8. Selain itu, kewaspadaan pribadi juga penting untuk mendeteksi dini apalagi bila anda memiliki satu atau lebih dari factor risiko penyebab kanker mulut.

9. Jangan lupa juga selalu berolahraga agar kesehatan tubuh terjaga.

http://www.infogigi.com

Penyebaran dan Pengobatan Kanker Mulut

http://www.infogigi.comUntuk mengetahui apakah kanker telah menyebar dapat juga dilakukan pemeriksaan melalui:

1. Rontgen gigi

2. Rontgen dada

3. CT scan

4. MRI

Ada beberapa cara dan alternative untuk mengobati penyakit kanker mulut secara medis antara lain:

1. Operasi adalah terapi paling umum untuk kanker mulut adalah bedah atau operasi untuk mengangkat sel-sel kanker hingga kelenjar getah bening di leher dan jaringan lain di mulut dan leher. Operasi dapat dikombinasikan dengan terapi radiasi.

2. Terapi radiasi (atau radioterapi) adalah jenis terapi local untuk tumor kecil atau untuk pasien yang tidak dioperasi. Terapi radiasi dapat digunakan sebelum operasi untuk membunuh sel kanker dan menyusutkan tumor. Terapi ini juga dapat digunakan setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin tertinggal di daerah tersebut.

3. Kemoterapi adalah jenis terapi yang menggunakan obat antikanker untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi biasanya diberikan melalui suntikan.

Ketiga jenis terapi tersebut masing-masing juga memiliki efek samping, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda untuk menentukan dan memilih jalan pengobatan terbaik.

Selain melalui pengobatan medis, jangan menutup mata dengan pengobatan alternative untuk kanker mulut. Pengobatan alternative kanker mulut dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat herbal anti kanker, seperti sarang semut yang berkhasiat untuk menghancurkan sel-sel kanker mulut agar tidak berkembang dalam mulut.

http://www.infogigi.com

Gaya Hidup Penyebab Kanker Mulut

http://www.infogigi.comPenyakit kanker juga tak dapat dilepaskan dari pengaruh gaya hidup modern yang banyak mengonsumsi makanan mengandung oksidan. Begitu juga dengan iritasi yang terjadi dalam mulut dapat menyebabkan masuknya virus penyebab kanker. Iritasi bisa terjadi akibat gesekan dengan gigi yang tajam, sariawan, atau pun tergigit secara tidak sengaja.

Apabila dokter menemukan tanda-tanda menyerupai kanker mulut, dokter akan mengambil apusan jaringan dari rongga mulut, yang disebut biopsy untuk pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya biopsy dilakukan dengan bius local.

Kemudian seorang ahli patologi akan melihat jaringan tersebut di bawah mikroskop untuk memeriksa sel-sel kanker. Biopsy adalah satu-satunya cara pasti untuk mengetahui apakah jaringan tersebut merupakan kanker.

Setelah biopsy, dokter menentukan stadium kanker tersebut dan menentukan apakah kanker sudah menyebar atau belum untuk merencanakan pengobatan yang terbaik.

Untuk menentukan stadium kanker, mungkin diperlukan endoskopi, yaitu alat berupa tabung tipis bercahaya untuk memeriksa rongga hidung, mulut, dan orofaring. Biasanya untuk endoskopi digunakan bius local.

http://www.infogigi.com

Tips Mengobati Herpes Primer dan Herpes Labialis

http://www.infogigi.comPengobatan pada herpes primer bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, sehingga penderita bisa tidur,makan, dan minum secara normal. Hal yang bisa dilakukan untuk mendukung pengobatan adalah:

1. Minum cairan sebanyak mungkin.

Rasa nyeri bisa menyebabkan anak tidak mau makan dan tidak mau minum; bila disertai demam, hal ini bisa dengan segera menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

2. Untuk mengurangi nyeri pada penderita dewasa atau anak yang lebih besar, bisa digunakan obat kumur anestetik (misalnya lidokain). Atau bisa juga digunakan obat kumur yang mengandung baking soda.

Pengobatan pada herpes sekunder akan efektif bila dilakukan sebelum munculnya luka, yaitu segera setelah penderita mengalami gejala prodroma.

Dibawah ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat pengobatan:

1. Mengonsumsi vitamin C selama masa prodroma bisa mempercepat hilangnya cold sore.

2. Melindungi bibir dari sinar matahari secara langsung dengan menggunakan topi lebar atau dengan mengoleskan balsam bibir yang mengandung tabir surya, bisa mengurangi kemungkinan timbulnya cold sore.

3. Menghindari kegiatan dan makanan yang bisa memicu terjadinya infeksi ulangan. Penderita yang sering mengalami infeksi ulangan bisa mengonsumsi lisin.

4. Salep asiklovir bisa mengurangi beratnya serangan dan menghilangkan cold sore lebih cepat.

5. Balsam bibir seperti jelly petroleum dapat menghindari bibir pecah-pecah dan mengurangi resiko tersebarnya virus ke daerah disekitarnya.

6. Obat antivirus yang dapat digunakan antara lain acyclovir, famciclovir, valacyclovir.

7. Untuk mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri, antibiotic diberikan kepada penderita dewasa yang memiliki luka hebat.

8. Untuk kasus-kasus yang berat dan untuk penderita yang memiliki kelainan system kekebalan, bisa diberikan kapsul asiklovir.

9. Kortikosteroid tidak digunakan untuk mengobati herpes simpleks karena bisa menyebabkan perluasan infeksi

Tindakan berikut bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya herpes labialis:

1. Menghindari kontak langsung dengan cold sore atau luka herpes lainnya

2. Memperkecil kemungkinan terjadinya penularan secara tidak langsung dengan cara mencuci benda-benda yang telah digunakan oleh penderita dengan air panas (lebih baik direbus)

3. Tidak memakai benda bersama-sama dengan penderita herpes, terutama ketika lukanya sedang aktif.

4. Menghindari factor pencetus (misalnya sinar matahari).

http://www.infogigi.com

Cara Menghilangkan Halitosis atau Bau Mulut

http://www.infogigi.comHalitosis (Bau Mulut)

Pernahkah anda mengalami peristiwa saat sedang berbicara dengan seseorang tercium bau tidak sedap dari mulutnya? Gejala ini disebut Halitosis. Halitosis bisa didefinisikan sebagai bau tidak sedap yang tercium ketika penderita menghembuskan nafasnya.

Biasanya halitosis disebabkan oleh makanan atau zat tertentu yang ditelan, dihirup atau oleh fermentasi bagian-bagian makanan dalam mulut. Halitosis juga bisa merupakan gejala penyakit tertentu seperti penyakit hati, kencing manis yang tidak terkontrol, atau penyakit pada paru-paru dan mulut.

Adanya tumor pada kerongkongan atau lambung bisa menjadi penyebab Halitosis. Tumor itu menyebabkan cairan atau gas berbau busuk mengalami regurtisasi ke dalam mulut.

Halitosis sebenarnya lebih berakibat secara psikis dibanding secara fisik. Orang yang berbau mulut cenderung dijauhi. Malas kan berbicara sambil mencium bau tidak sedap?

Halitosis bisa dihilangkan dengan cara:

1. Memperbaiki kebersihan mulut

2. Kunjungi dokter gigi minimal enam bulan sekali agar keadaan rongga mulut dan gigi senantiasa terjaga kebersihannya .

3. Menggunakan pewangi mulut atau semprotan mulut. Pewangi atau semprotan mulut paling baik adalah yang mengandung klorofil

4. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan arang yang diaktifkan. Arang ini akan menyerap bau mulut yang ada didalam rongga mulut.

http://www.infogigi.com

Penyebab dan Ciri Serta Pencegahan Glossitis Atau Sakit Lidah

http://www.infogigi.comGlossitis (sakit lidah)

Glossitis adalah peradangan lidah sehingga lidah membengkak dan berubah warna. Bintil pada permukaan lidah (papilla) mungkin hilang sehingga lidah tampak halus.

Dalam beberapa kasus, glossitis dapat mengakibatkan lidah bengkak parah dan menghalangi jalan napas sehingga harus segera mendapat pengobatan medis.

Berikut ini adalah ciri-ciri glossitis:

1. Lidah bengkak.

2. Penampilan yang halus pada lidah karena anemia pernisiosa (kekurangan vitamin B12).

3. Perubahan warna lidah (biasanya gelap ”gemuk” merah).

4. Sore dan lembut lidah

5. Kesulitan dengan mengunyah, menelan atau berbicara.

Penyebab terjadinya glossitis antara lain:

1. Bakteri atau infeksi virus (termasuk mulut herpes simpleks)

2. Kurangnya air liur dimulut sehingga bakteri mudah berkembang biak

3. Iritasi akibat cedera luka bakar, tepi kasar dari gigi atau peralatan gigi, atau trauma lainnya.

4. Iritasi akibat tindik pada lidah dan kolonisasi Candida Albicans pada situs dan ornament.

5. Iritasi akibat konsumsi seperti tembakau, alcohol, makanan panas, atau rempah-rempah.

6. Alergi reaksi terhadap pasta gigi, obat kumur, penyegar nafas, pewarna dalam kembang gula, plastic di gigi palsu atau pengikut, atau tertentu tekanan darah obat (ACE inhibitor).

7. Gangguan seperti anemia defisiensi besi, anemia pernisiosa dan kekurangan vitamin B, oral lichen planus, eritema multiforme, ulkus aphthous, pemfigus vulgaris, sifilis, dan lainnya.

8. Factor keturunan

9. Konsumsi albuterol (obat bronkodilator)

Cara pencegahan glossitis antara lain:

1. Menyikat gigi secara teratur

2. Menggunakan benang gigi untuk membersihkan gigi

3. Minum banyak air untuk menjaga kecukupan air liur. Air liur berguna untuk mengurangi pertumbuhan bakteri.

4. Minimalkan iritasi atau luka di mulut bila memungkinkan.

5. Hindari penggunaan berlebihan dari setiap makanan atau zat yang mengiritasi mulut atau lidah.

http://www.infogigi.com

Cara Mengatasi Gingivitis

http://www.infogigi.comUntuk mengatasi Gingivitis, kondisi medis yang menyebabkan atau memperburuk Gingivitis harus diketahui. Setelah penyebabnya diketahui baru kemudian diatasi.

Berikut adalah cara mengatasi Gingivitis berdasarkan penyebabnya:

1. Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pertumbuhan gusi yang berlebihan harus diangkat melalui pembedahan.

2. Jika terjadi kekurangan Vitamin C dan niasin, berikan tambahan Vitamin.

3. Gingivostomatitis Herpetik Akut biasanya membaik tanpa pengobatan dalam waktu 2 minggu. Berikan obat kumur anestetik untuk mengurangi rasa tidak nyaman ketika penderita makan dan minum.

4. Pada Gingivitis deskuamativa diberikan terapi sulih hormone. Pilihan pengobatan lainnya adalah tablet kortikosteroid atau salep kortikosteroid yang dioleskan langsung ke gusi.

5. Untuk mencagah terjadinya perdarahan pada leukemia, sebaiknya penderita membersihkan giginya tidak dengan sikat gigi, tetapi menggunakan bantalan atau busa. Obat kumur klorheksidin bisa diberikan untuk mengendalikan plak dan mencegah infeksi mulut.

6. Pada perikoronitis, sisa makanan dan bakteri dibawah lipatan gusi dibersihkan oleh dokter gigi. Jika rontgen menunjukkan bahwa gigi geraham bawah tidak mungkin tumbuh secara sempurna, maka gigi geraham atas dicabut dan diberikan antibiotic selama beberapa hari sebelum gigi geraham bawah juga dicabut.

7. Untuk pengobatan infeksi akut yang tanpa komplikasi dapat diberikan antibiotic seperti Erythromycin, Doxycycline, Clindamycin, Minocycline.

8. Penggunaan anti septic kumur seperti klorhexidine dapat membantu mengurangi jumlah kuman dalam mulut.

9. Bila nyeri dirasakan sangat mengganggu, maka dapat diberikan pereda nyeri seperti Paracetamol dan ibuprofen.

http://www.infogigi.com

Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Copot

http://www.infogigi.comGigi copot adalah keadaan dimana gigi terlepas dari tempatnya. Kalau yang copot adalah gigi dibagian belakang, mungkin masih bisa disembunyikan dan tak mempengaruhi penampilan, meski dari segi fungsi tetap jadi terganggu.

Yang sulit adalah jika posisi gigi yang ompong ada dibagian depan. Selain mengganggu fungsi gigi dalam kegiatan bersantap, ini juga akan mengurangi estetika gigi.

Ada beberapa penyebab gigi copot:

1. Factor usia. Secara alami gigi akan tanggal seiring dengan usia lanjut.

2. Kebiasaan tidur dengan gigi gemerutuk, akibatnya gigi akan menjadi aus dan mudah copot.

Lakukan kebiasaan baik untuk mencegah gigi copot sebelum waktunya.

Caranya:

1. Sikat gigi minimal 2 kali sehari. Pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Lakukan dengan cara yang benar.

2. Menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung flour untuk menguatkan gigi.

3. Makan makanan yang bergizi dan seimbang

4. Penuhi kebutuhan kalsium tubuh, bila tubuh kekurangan kalsium, tubuh akan mengambilnya dari massa tulang dan gigi.

http://www.infogigi.com

Cara Mengatasi Gigi Goyah

http://www.infogigi.comGigi goyah dapat diatasi dengan beberapa cara:

1. Bila goyahnya gigi disebabkan oleh penyakit periodontitis, segera kunjungi dokter gigi spesialis Periodontologi untuk dirawat. Pada penderita periodontitis, dokter gigi akan memberikan obat semacam gel di saku gusi dan obat kumur untuk membantu penyembuhan.

2. Mengunjungi dokter gigi secara rutin untuk pembersihan gigi dan mulut yang teliti sampai bersih.

3. Memasang gigi palsu segera setelah gigi dicabut agar gigi lawannya mendapat lawan gigit. Gigi asli atas akan terus turun (bila gigi bawah lawannya dicabut) dan gigi asli bawah akan naik (bila gigi atas lawannya dicabut) sehingga lama-lama akan goyah.

4. Bila gigi terkena benturan keras, lekas kunjungi dokter gigi supaya gigi bisa difiksasi dengan alat khusus.

http://www.infogigi.com

Cara Menghindari Gigi Retak

http://www.infogigi.comGigi retak adalah keadaan dimana gigi mengalami patahan tidak lengkap dan tidak terbelah. Keadaan ini bisa terjadi saat seseorang mengigit makanan yang keras atau makanan yang dingin.

Keretakan gigi bisa hanya terjadi di bagian permukaan gigi (email), bisa juga sampai  ke struktur bagian dalam bahkan sampai kejaringan pulpa.

Apabila kerusakan terjadi di bagian luar, dapat diatasi dengan pembuatan mahkota gigi buatan. Namun apabila keretakan itu sudah sampai kejaringan pulpa, maka harus dilakukan perawatan endodontic.

Pada keadaan dimana keretakan sudah meluas sampai ke akar gigi, tidak ada cara lain selain mencabut gigi yang retak itu.

Untuk menghindari terjadinya gigi retak dapat dilakukan dengan cara:

1. Rajin mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium untuk menguatkan gigi.

2. Menghindari menggigit makanan/minuman yang terlalu misalnya terlalu dingin, terlalu panas, dan terlalu asam.

http://www.infogigi.com

Cara Menghindari Gigi Berjejal

http://www.infogigi.comGigi berjejal atau saling bertumpuk merupakan keadaan tumbuhnya gigi diluar susunan gigi yang normal. Hal ini bisa terjadi karena beberapa sebab:

1. Adanya ketidaksesuaian antara ukuran lengkung rahang dan ukuran leher gigi-gigi.

2. Perkembangan tulang rahang yang kurang sempurna.

3. Factor keturunan.

4. Selain kurang indah secara estetika, gigi berjejal juga bisa meningkatkan resiko peradangan gusi dan gigi berlubang akibat penumpukan plak yang sukar dibersihkan.

Untuk merapihkan gigi yang berjejal dapat dilakukan dengan menggunakan kawat gigi. Jangka waktu pemakaian kawat gigi ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan gigi.

Sebelum memulai perawatan, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu apakah ada gigi yang berlubang. Selanjutnya, gigi yang berlubang ini akan ditambal. Setelah itu dokter gigi akan membersihkan karang gigi dan mencabut gigi yang mengganggu gerakan mulut.

Gigi berjejal dapat dihindari dengan cara:

a. Menguatkan otot rahang sehingga rahang tumbuh dengan sempurna

b. Menghindari terlalu sering menyantap makanan  yang terlalu lunak agar otot-otot rahang bergerak optimal. Makanan yang terlalu lunak membuat otot-otot rahang sedikit bergerak.

http://www.infogigi.com

Cara Mencegah Gigi Berlubang

http://www.infogigi.comGigi berlubang merupakan penyebab paling umum sakit gigi. Lubang pada gigi terjadi karena produksi asam laktat oleh bakteri sebagai hasil fermentasi karbohidrat, glukosa, dan sukrosa.

Gigi berlubang paling sering terjadi pada anak-anak. Selain karena struktur gigi anak yang masih merupakan gigi susu, juga karena anak-anak belum memiliki kesadaran untuk merawat dan menjaga kebersihan giginya. Orang tualah yang harus menanamkan kebiasaan sehat pada anaknya.

Gigi yang berlubang harus segera ditambal agar tidak menjadi sarang bakteri dan mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut. Biasanya dokter akan member lubang gigi, membersihkannya kemudian menambalnya dengan implant.

Bila gigi yang berlubang ini menimbulkan rasa sakit, dokter gigi akan melakukan pengobatan terlebih dahulu sampai rasa sakitnya menghilang baru kemudian ditambal dengan implan.

Gigi berlubang dapat dicegah dengan cara:

1. Melakukan kebiasaan baik menyikat gigi dua kali sehari. Pagi setelah sarapan  dan malam sebelum tidur.

2. Memeriksakan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali. Dengan cara ini, dokter gigi dapat mendeteksi lubang pada gigi sejak dini dan segera menambalnya.

3. Mengurangi mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi. Akan lebih baik bila menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan tersebut atau berkumur-kumur. Dengan demikian, tidak ada sisa gula yang menempel digigi.