http://www.infogigi.com

Pencegahan Radang Mulut

http://www.infogigi.comRadang Mulut

Radang mulut adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada rongga mulut. Penyebabnya macam-macam antara lain kebersihan rongga mulut itu sendiri, gigi palsu yang kurang pas, makanan atau minuman yang pedas dan panas, reaksi alergi, atau terjadinya infeksi.

Radang mulut bisa dicegah dengan cara:

1. Menjaga kebersihan rongga mulut.

2. Menghindari makanan tajam seperti kacang tanah, taco, dan keripik kentang. Sikat gigi berbulu lembut harus digunakan, dan gigi dan gusi harus disikat dengan hati-hati.

3. Menghindari membenturkan sikat gigi ke dalam gusi.

4. Factor local, seperti tidak pas peralatan gigi atau gigi yang tajam, dapat dikoreksi oleh dokter gigi.

Penyebab infeksi pada peradangan rongga mulut biasanya dapat diobati dengan pemberian obat. Untuk peradangan mulut akibat masalah sitemik, seperti AIDS, leukemia, dan anemia diperlukan pengobatan oleh dokter spesialis.

Peradangan akibat luka bakar mulut kecil dari minuman panas atau makanan panas biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam seminggu atau lebih.

Pada masalah kronis stomatitis aphthous perlu terlebih dahulu memperbaiki setiap vitamin B12, zat besi, atau kekurangan folat.

http://www.infogigi.com

5 Pemicu Plak Pada Gigi

Ada lima hal yang merupakan pemicu munculnya plak:

a. Jarang menyikat gigi.

Sikatlah gigi anda minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride. Sikatlah seluruh permukaan gigi dengan lembut.

b. Kurang teliti membersihkan.

Gunakan dental floss (benang gigi) untuk membersihkan dan menjangkau daerah yang sulit terjangkau oleh sikat gigi. Misalnya antar gigi atau pada gigi berjejal.

c. Malas ke dokter gigi.

Serutin-rutinnya kita menyikat gigi, kita tetap perlu bantuan dokter gigi untuk membersihkan plak yang telah mengeras menjadi karang gigi. Jadi jangan malas ke dokter gigi agar gigi bebas dari plak dan karang gigi.

d. Suka makanan manis.

Makanan manis, softdrink serta rokok dapat menimbulkan lapisan tipis yang disebut stain. Adanya stain memudahkan makanan dan kuman menempel dan pada akhirnya membentuk plak.

e. Menolak sayuran.

Sayur dan buah-buahan yang dimakan dengan kulitnya merupakan scrub alami untuk menghilangkan plak. Jadi tidak ada lagi alasan untuk menolak makan sayuran.

Cara terbaik untuk menghilangkan plak adalah dengan menyikat gigi terutama di malam dan pagi hari. Lakukan pembersihan interdental oleh benang gigi, tusuk gigi, atau sikat antar gigi.

Sementara karang gigi yang terbentuk hanya dapat dihilangkan oleh dokter gigi dengan menggunakan alat yang disebut scaler. Jika karang gigi disertai penyakit gusi yang parah, pasien mungkin dirujuk ke spesialis periodontis untuk perawatan lebih lanjut.

http://www.infogigi.com

Plak Pada Gigi

Plak adalah lapisan lunak dan lengket yang melengket pada gigi. Plak terdiri dari protein dan bakteri. 70% dari bakteri itu berasal dari air liur. Plak terbentuk segera setelah selesai menyikat gigi. Plak mulai mengeras oleh kalsium, fosfor, dan mineral lainnya dan menjadi karang gigi hanya dalam waktu 48 jam setelah pembentukannya.

Karang gigi itu sendiri tidak berbahaya. Hanya saja karang gigi menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga menjadi tempat melekatnya koloni bakteri yang dapat menyebabkan berbagai masalah seperti radang gusi (gingivitis/periodontitis), kerusakan gigi (karies), dan bau mulut (halitosis).

Selain itu, struktur karang gigi yang lebih berpori dari pada enamel membuat gigi mudah berubah warna terlebih lagi jika anda sering merokok, minum kopi atau teh.

Ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah terdapat plak pada gigi anda. Ambil satu tablet pewarna khusus dan biarkan meleleh dilidah anda. Gerakkan lidah anda ke permukaan gigi-gigi anda. Kemudian berkumurlah sampai air tidak lagi berwarna. Bagian di mana gigi berubah warna adalah tempat plak.

http://www.infogigi.com

Phiegmon atau Ludwig S.Angina

http://www.infogigi.comAngina Ludwig merupakan infeksi sangat berat yang menyebar dari pembusukan gigi bawah ke dasar mulut. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan hebat didasar mulut yang bisa menyebabkan lidah terdorong ke atas sehingga menyumbat saluran pernapasan.

Gejala terjadinya Angina Ludwig:

1. Sesak nafas

2. Kebingungan atau perubahan mental lainnya

3. Demam

4. Leher sakit

5. Leher bengkak

6. Timbulnya bercak merah dileher

7. Rasa lelah yang berlebihan

8. Sulit menelan

9. Rasa sakit yang menyerang telinga.

Angina Ludwig dapat diatasi dengan cara:

a. Jika terjadi pembengkakan jalan napas sehingga jalan napas menjadi tertutup, perlu dilakukan operasi yang disebut trakeostomi yang menciptakan pembukaan melalui leher ke batang tenggorokan.

b. Pemberian antibiotic untuk melawan infeksi.

c. Perawatan gigi untuk mengatasi infeksi gigi yang menyebabkan Angina Ludwig.

d. Operasi untuk mengalirkan cairan yang menyebabkan pembengkakan.

Angina Ludwig dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Dengan demikian, bila terjadi infeksi pada rongga mulut dan gigi dapat diketahui sejak dini sehingga dapat dilakukan pengobatan untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

http://www.infogigi.com

Tanda dan Gejala Periodontitis

http://www.infogigi.comTanda dan gejala periodontitis antara lain:

1. Gusi bengkak

2. Gusi merah terang atau keunguan

3. Gusi terasa kebal ketika disentuh

4. Gusi yang terdorong maju, membuat gigi terlihat lebih panjang.

5. Jarak yang timbul di antara gigi

6. Napas bau

7. Rasa tidak enak pada mulut

8. Gigi tanggal

9. Perubahan pada bentuk barisan gigi.

Ada beberapa jenis periodontitis. Jenis paling umum adalah periodontitis kronis yang paling banyak menyerang orang yang berusia lebih dari 35 tahun. Periodontitis yang dimulai pada masa kanak-kanak dan mereka yang berusia muda disebut periodontitis agresif.

Plak pada gigi dicurigai merupakan penyebab periodontitis. Plak terbentuk pada gigi ketika zat tepung dan gula pada makanan berinteraksi dengan bakteri yang secara normal ditemukan pada mulut.

Plak yang tidak dihilangkan lebih dari dua sampai tiga hari dapat mengeras dibawah lapisan gusi dan menjadi tartar. Tartar membuat plak lebih sulit dibersihkan dan anda membutuhkan pembersihan gigi oleh professional.

http://www.infogigi.com

Infeksi Gusi Periodontitis

http://www.infogigi.comPeriodontitis

Periodontitis adalah infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang yang menyangga gigi anda. Semua penyakit periodontal, termasuk Periodontitis akan memengaruhi Periodonsium atau jaringan di sekitar gigi.

Periodontitis dapat menyebabkan gigi tanggal atau yang lebih buruk, meningkatnya resiko serangan jantung atau stroke dan masalah kesehatan serius lainnya.

Periodontitis berbeda dengan radang gusi (gingivitis). Gingivitis mengacu pada radang gusi, sedangkan periodontitis mengacu pada penyakit gusi dan kerusakan jaringan dan/atau tulang.

Gingivitis yang tidak diobati dapat berkembang menjadi Periodontitis. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa periodontitis melibatkan perubahan permanen pada struktur pendukung gigi, sedangkan radang gusi tidak.

Periodontitis biasanya diakibatkan kurangnya kebersihan mulut. Menyikat gigi setiap hari dan berkumur serta pemeriksaan rutin dapat mengurangi resiko terkena periodontitis.

http://www.infogigi.com

Gejala dan Pengobatan Angular Cheilitis

http://www.infogigi.comPedih Perih Di Mulut dan Lidah

Pedih perih di mulut dan lidah merupakan masalah yang sering terjadi. Umumnya merupakan akibat pertumbuhan berlebihan dari jamur Candida yang menyebabkan peradangan dan luka pada permukaan bibir sehingga bibir menjadi kering dan pecah-pecah. Dalam dunia kedokteran disebut Angular Cheilitis.

Gejalanya berupa:

a. Sudut bibir kering

b. Sudut bibir pecah-pecah.

c. Luka pada sudut bibir

d. Sakit pada saat membuka mulut

e. Perdarahan pada sudut bibir.

Angular Cheilitis dapat diobati dengan:

a. Salep anti jamur seperti Neosporin

b. Obat antivirus seperti Valtrex, Famvir, dan Zovirax. Obat-obatan ini digunakan untuk mengobati luka dan pecah-pecah dimulut akibat Herpes mulut.

Angular Cheilitis ini dapat dicegah dengan menjaga dan meningkatkan kesehatan mulut. Selain itu, penggunaan permen karet yang mengandung Xylitol atau Chlorhexidine dapat menurunkan resiko Angular Cheilitis.

http://www.infogigi.com

Pendarahan Setelah Operasi Gigi atau Mulut

http://www.infogigi.comPada sebagian besar kasus, gigi geraham yang impaksi harus diambil. Pengambilannya biasanya tidak seperti pencabutan biasa, tetapi merupakan minor surgery atau operasi kecil. Dalam bahasa kedokteran tindakan ini disebut odontektomi.

Seperti pada pencabutan biasa, operasi gigi juga mengakibatkan perdarahan. Jadi pasien tidak perlu kaget bila selama beberapa jam pertama masih terasa ada rembesan darah yang keluar.

Yang paling penting adalah menjaga agar bekuan darah yang sudah terbentuk tidak rusak lagi sehingga darah keluar lagi. Setiap gerakan di dalam mulut yang berupa menghisap atau menyedot dapat merusak bekuan darah dan bisa jadi darah yang keluar makin bertambah banyak.

Ada beberapa hal yang tidak boleh di lakukan setelah operasi gigi dan mulut, yaitu:

a. Merokok

Tahan diri untuk tidak merokok minimal 1×24 jam setelah pencabutan.

b. Terlalu banyak meludah.

Pasien terkadang risih karena terasa banyak darah di dalam mulut dan biasanya ingin diludahkan. Darah yang keluar sebaiknya di telan saja.

c. Minum dengan sedotan.

d. Berkumur terlalu keras.

Berkumur saat sikat gigi atau berwudhu tetap dapat dilakukan namun tidak perlu terlalu keras.

e. Bila perdarahan masih keluar lebih dari 24 jam setelah pencabutan, sebaiknya segera temui dokter.

Tindakan yang sebaiknya dilakukan setelah operasi:

1. Usahakan segera pulang ke rumah dan sebisa mungkin jangan banyak beraktifitas. Upayakan mendapat izin dari kantor atau sekolah pada hari operasi. Tentunya lebih leluasa untuk mengompres pipi bila anda berada di rumah.

2. Sebisa mungkin pilih makanan yang lunak selama 1-2 hari pertama, dan untuk sementara kunyah satu sisi saja, yaitu disisi yang tidak dicabut.

3. Dianjurkan untuk memilih minuman dingin, dan hindari makanan dan minuman panas dan pedas pada 24 jam pertama pasca operasi.

4. Bila pipi masih bengkak beberapa hari setelah operasi, coba perlahan-lahan pijat daerah pipi atau buka tutup mulut dengan gerakan perlahan agar otot di daerah tersebut lebih rileks.

http://www.infogigi.com

Pembesaran Jaringan Lunak Pada Anak

http://www.infogigi.comPembesaran jaringan lunak merupakan salah satu tanda alergi terhadap Yodium. Pembengkakan itu biasanya terjadi dimulut, bibir, lidah, dan tenggorokan.

Selain itu, alergi terhadap Yodium juga menyebabkan timbulnya ruam, gatal, kulit melepuh atau membengkak, perdarahan, demam, nyeri sendi, dan gejala alergi lainnya.

Yodium adalah mineral non logam yang diperlukan untuk metabolisme sel-sel. Yodium banyak terdapat dalam makanan laut seperti kerang.

Tubuh menggunakan yodium untuk menghasilkan hormone, misalnya hormone tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid. Namun beberapa orang memiliki alergi terhadap yodium. Biasanya mereka yang alergi terhadap yodium juga mengalami alergi terhadap makanan laut.

Seseorang yang mengalami alergi terhadap yodium kemungkinan besar akan mengalami masalah dengan tiroid karena tubuhnya tidak dapat menerima yodium yang diperlukan untuk memproduksi hormone-hormon yang dibutuhkan. Kekurangan hormone-hormon tersebut dapat menyebabkan masalah konstipasi, kelemahan, obesitas, dan gangguan mental.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi alergi yodium:

1. Obati reaksi kulit dengan antihistamin atau obat kortikosteroid oral maupun topical. Antihistamin dapat dibeli di toko obat atau apotek terdekat, sedangkan kortikosteroid harus menggunakan resep dokter.

2. Bila reaksi alergi menimbulkan batuk, gunakan bronchodilator untuk melegakan saluran pernapasan.

http://www.infogigi.com

Patah Tulang Rahang

http://www.infogigi.comFraktur atau patah tulang pada rahang adalah hilangnya kontinuitas yang terjadi pada rahang. Daerah rahang meliputi tulang rahang atas (maxilla) dan tulang rahang bawah (mandibula).

Patah tulang dapat diakibatkan oleh trauma pada wajah ataupun keadaan patologis. Patah tulang ini dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dengan benar.

Tanda-tanda patah pada tulang rahang antara lain:

1. Dislokasi, berupa perubahan posisi rahang yang menyebabkan maloklusi atau tidak bertemunya rahang bawah dan rahang atas.

2. Pergerakan rahang yang abnormal, dapat terlihat bila penderita menggerakkan rahangnya.

3. Rasa sakit pada saat rahang digerakkan.

4. Pembengkakan pada saat rahang digerakkan.

5. Pembengkakan pada sisi yang mengalami patah.

6. Krepitasi berupa suara pada saat pemeriksaan akibat pergeseran dari ujung tulang yang fraktur bila rahang digerakkan.

7. Laserasi yang terjadi pada daerah gusi, mukosa mulut dan daerah sekitar fraktur.

8. Discolorisation, yaitu perubahan warna pada daerah fraktur akibat pembengkakan.

9. Disability, yaitu terjadinya gangguan fungsional berupa penyempitan pembukaan mulut.

10. Hipersalivasi dan Halitosis, akibat berkurangnya pergerakan normal mandibula dapat terjadi stagnasi makanan dan hilangnya efek “self cleansing” karena gangguan fungsi pengunyahan.

11. Numbness, yaitu kelumpuhan dari bibir bawah. Biasanya bila fraktur terjadi di bawah nervus alveolaris.

Perawatan dapat dilakukan dengan tindakan operasi, yaitu dengan pemasangan plat dan screw untuk menyambungkan tulang yang patah. Pada fraktur yang ringan dilakukan dengan pengikatan rahang atas dan rahang bawah, diikuti tindakan imobilisasi.

http://www.infogigi.com

Partial Ankyloglossia atau Lidah Dasi

http://www.infogigi.comPartial ankyloglossia (Tongue Tie) pada anak.

Partial ankyloglossia adalah kondisi di mana frenulum lidah berdekatan dengan ujung lidah sehingga membentuk seperti dasi. Itu sebabnya ankyloglossia dikenal juga dengan tongue Tie atau lidah dasi.

Frenulum adalah lipatan vertikel selaput lendir dibawah lidah yang terhubung ke dasar mulut.

Partial ankyloglossia merupakan kelainan yang terjadi pada bayi saat lahir. Kemungkinan bayi yang lahir dengan kondisi lidah dasi meningkat pada ibu yang mengkonsumsi kokain selama masa kehamilan.

Pada beberapa kasus, ’lidah dasi’ ini menghilang dengan sendirinya namun sebagian besar memerlukan pembedahan untuk membuat keadaan lidah menjadi normal.

Bila keadaan ‘lidah dasi’ ini dibiarkan sampai dewasa, akibat yang mungkin terjadi adalah:

1. Kesulitan bicara

2. Kesulitan pengucapan huruf konsonan tertentu seperti L, R, T, D, N, TH, SH, Z sehingga kata “lemonade” akan terdengar “Wemonade”.

3. Pada bayi, ‘lidah dasi’ akan menyebabkan kesulitan menghisap ASI.

4. Kesulitan menelan.

5. Kesulitan memakan es krim kone.

http://www.infogigi.com

Cara Menghindari Nyeri Gigi di Malam Hari

http://www.infogigi.comNyeri Gigi Di Malam Hari

Rasa nyeri merupakan tanda atau peringatan adanya masalah fisik atau bahaya yang mesti segera diatasi termasuk rasa nyeri pada gigi. Rasa nyeri ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Rasa nyeri pada gigi yang dirasakan oleh anak biasanya terjadi akibat abses pulpa dan abses dentoalveolar. Rasa nyeri ini dapat muncul kapan saja, tetapi akan lebih terasa pada malam hari.

Rasa nyeri akan muncul tiba-tiba dan biasanya ditandai dengan inflamasi dan infeksi pada gigi yang berlubang, mengalami trauma, dan gigi yang telah ditambal. Nyeri akan terasa selama beberapa jam terakhir pada saat tidur, makan, minum minuman yang sangat dingin, atau kegiatan lainnya.

Selain rasa nyeri, gigi permanen juga bisa mengalami rasa ngilu yang disebabkan oleh terbukanya dentin akibat menipisnya email gigi dan atau turunnya gusi.

Rasa nyeri akan berkurang segera setelah stimulus dihilangkan. Rasa nyeri ini disebut nyeri sekunder. Rasa nyeri akan terasa lebih sakit, dalam, yang diikuti rasa nyeri primer, yaitu nyeri di bagian superficial.

Rasa nyeri pada bagian gigi bisa terjadi pada anak-anak. Penyebabnya adalah inpaksi makanan pada bagian embrasure interdental, lesi karies yang merusak bagian marginal ridge dan kontak normal gigi sehingga akan muncul rasa sakit pada anak pada saat makan.

Hal ini penting untuk mengidentifikasi penyebab nyeri untuk menghindari terapi pulpa yang tidak perlu dilakukan atau juga ekstraksi gigi yang hanya disebabkan oleh karies.

Nyeri gigi ini dapat dihindari dengan cara:

1. Membersihkan sisa makanan pada daerah yang karies

2. Memperbaiki bentuk tambalan.

http://www.infogigi.com

Masalah Gigi Darurat dan Paramedian Lip Pits

http://www.infogigi.comMasalah gigi darurat

Sakit gigi merupakan masalah yang sangat umum terjadi pada gigi. Sakit gigi bisa terjadi karena:

1. Karies gigi

2. Abses

3. Peradangan gusi di sekitar akar gigi (perikoronitis)

4. Peradangan sinus (sinusitis).

Jika beberapa gigi atas terasa sakit pada saat mengunyah atau ketika membungkuk, kemugkinan penyebabnya adalah sinusitis (terutama jika sakit gigi timbul pada saat penderita menderita pilek). Pengobatan untuk sinusitis adalah antibiotic dan dekongestan (obat untuk melegakan hidung tersumbat).

Paramedian Lip Pits (pada anak)

Paramedian Lip Pits adalah adanya lubang atau celah pada garis tengah bibir, baik bibir bawah maupun bibir atas. Paramedian Lip Pits sering berhubungan dengan bibir sumbing atau celah langit-langit.

Tidak ada pengobatan untuk paramedian Lip Pits. Satu-satunya cara untuk mengatasi keadaan ini adalah dengan melakukan pembedahan untuk merekonstruksi bentuk bibir yang normal.

http://www.infogigi.com

Gejala dan Pengobatan Bibir Sumbing

http://www.infogigi.comGejalanya berupa:

a. Pemisahan bibir

b. Pemisahan langit-langit

c. Pemisahan bibir dan langit-langit

d. Distorsi hidung

e. Infeksi telinga berulang

f. Berat badan tidak bertambah

g. Regurgitasi nasal ketika menyusu (air susu keluar dari lubang hidung)

Pengobatan melibatkan beberapa disiplin ilmu, yaitu bedah plastic, ortodontis, terapi wicara dan lainnya. Pembedahan untuk menutup celah bibir biasanya dilakukan pada saat anak berusia 3-6 bulan.

Penutupan celah langit-langit biasanya ditunda sampai terjadi perubahan langit-langit yang biasanya berjalan seiring dengan pertumbuhan anak (maksimal sampai anak berumur 1 tahun). Sebelum pembedahan dilakukan, bisa dipasang alat tiruan pada langit-langit mulut untuk membantu pemberian makan/susu.

Pengobatan mungkin berlangsung selama bertahun-tahun dan mungkin perlu dilakukan beberapa kali pembedahan (tergantung kepada luasnya kelainan), tetapi kebanyakan anak akan memiliki penampilan yang normal serta berbicara dan makan secara normal pula. Beberapa diantara mereka mungkin tetap memiliki gangguan berbicara.

http://www.infogigi.com

Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit

http://www.infogigi.comCelah bibir dan celah langit-langit adalah suatu kelainan bawaan yang terjadi pada bibir bagian atas serta langit-langit lunak dan langit-langit keras mulut.

Celah bibir (bibir sumbing) adalah suatu ketidaksempurnaan pada penyambungan bibir bagian atas, yang biasanya berlokasi tepat dibawah hidung. Celah langit-langit adalah suatu saluran abnormal yang melewati langit-langit mulut dan menuju ke saluran udara di hidung.

Celah bibir dan celah langit-langit bisa terjadi secara bersamaan walaupun sendiri-sendiri. Kelainan ini juga bisa terjadi bersamaan dengan kelainan bawaan lainnya.

Penyebabnya mungkin adalah mutasi genetic atau teratogen (zat yang dapat menyebabkan kelainan pada janin, contohnya virus atau bahan kimia).

Selain tidak sedap dipandang, kelainan ini juga menyebabkan anak mengalami kesulitan ketika makan, gangguan perkembangan berbicara, dan infeksi telinga.

http://www.infogigi.com

Perawatan Saat Memakai Kawat Gigi

http://www.infogigi.comAda beberapa hal yang harus diperhatikan selama pasien memakai kawat gigi untuk perawatan gigi maloklusi:

1. Karena kawat gigi tidak dilepas, pasien harus rajin menjaga kebersihan mulut dan menghilangkan partikel makanan yang mudah terjebak untuk mencegah kerusakan gigi.

Makanan yang renyah harus dihindari untuk meminimalkan risiko melanggar alat.

2. Buah keras, sayuran, dan roti harus dipotong menjadi potongan seukuran gigitan sebelum makan.

3. Hindari makanan yang lengket, termasuk permen karet, harus dihindari karena dapat melemahkan semen.

4. Hindari minuman berkarbonasi karena minuman ini juga dapat melemahkan semen, serta berkontribusi terhadap kerusakan gigi.

5. Sikat gigi segera setelah makan makanan manis.

6. Dari pada menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan makanan yang terselip diantara gigi, gunakan benang khusus untuk melakukan “flossing”.

Setelah gigi telah dipindahkan ke posisi baru mereka, kawat gigi dikeluarkan dan pengikut sebuah dipakai sampai gigi menstabilkan dalam posisi itu. Pengikut tidak bergerak gigi, hanya menahan mereka ditempat.

Perawatan ortodontik adalah pengobatan yang hanya efektif untuk maloklusi yang tidak memerlukan operasi. Pasien biasanya memakai kawat gigi 18-24 bulan dan pengikut untuk satu tahun lagi.

Pengobatan lebih cepat dan lebih berhasil pada anak dan remaja yang gigi dan tulang masih berkembang. Lamanya waktu pengobatan juga dipengaruhi oleh seberapa baik pasien mengikuti instruksi ortodontik.

Secara umum, maloklusi tidak dicegah namun dapat diminimalkan dengan cara:

1. Mengontrol kebiasaan seperti mengisap jari atau jempol

2. Melakukan konsultasi awal dengan dokter gigi sebelum seorang anak berusia 7 tahun sehingga bila terdapat kelainan dapat dilakukan tindakan yang tepat.

http://www.infogigi.com

Malocclusion atau Maloklusi

http://www.infogigi.comSecara harfiah, maloklusi berarti “gigitan buruk”. Malocclusion atau maloklusi adalah keadaan gigi yang menyimpang dari keadaan normal sehingga menyebabkan timbulnya masalah dalam menggigit atau mengunyah. Kondisi ini juga dapat disebut sebagai gigitan tidak teratur, crossbite, atau overbite.

Maloklusi dapat dilihat sebagai gigi bengkok, ramai, menonjol. Hal ini dapat memengaruhi penampilan seseorang, ucapan, dan/atau kemampuan untuk makan.

Maloklusi paling sering terjadi karena factor keturunan. Misalnya, ukuran rahang mengikuti garis keturunan ibu di mana rahang berukuran kecil, sedangkan ukuran gigi mengikuti garis keturunan bapak yang ukuran giginya besar.

Kondisi yang sering terjadi adalah gigi terlalu banyak atau terlalu sedikit, terlalu banyak atau terlalu sedikit ruang antara gigi, mulut tidak teratur dan ukuran rahang dan bentuk formasi atipikal dari rahang dan wajah seperti bibir sumbing.

Namun maloklusi dapat juga terjadi akibat kebiasaan buruk seperti mengisap jari atau jempol, penetrasi lidah, premature hilangnya gigi dari kecelakaan atau penyakit gigi, dan kondisi medis seperti pembesaran amandel dan kelenjar gondok yang menyebabkan pernapasan mulut.

Maloklusi paling sering ditemukan selama pemeriksaan rutin gigi. Maloklusi dapat diperbaiki dengan perawatan ortodontik, yaitu spesialisasi kedokteran gigi yang megelola pertumbuhan dan koreksi struktur gigi dan wajah. Kawat gigi adalah peralatan ortodontik paling umum digunakan dalam pengobatan maloklusi.

http://www.infogigi.com

Malposisi Gigi Akibat Trauma

http://www.infogigi.comYang dimaksud dengan malposisi akibat trauma adalah berubahnya posisi gigi akibat trauma benturan atau kesalahan pencabutan gigi. Gigi menjadi goyang dan lepas dari tulang penyangganya padahal gigi tidak patah.

Untuk mengatasinya, penderita harus meminta bantuan dokter gigi. Gigi yang mengalami malposisi akan dikembalikan pada tulang penyangganya.

Prosedur ini memiliki resiko antara lain:

a. Gigi tidak dapat dikembalikan sempurna pada tulang penyangganya.

b. Gigi tetap goyang setelah tiga bulan dilakukan replantasi

c. Terjadi resorbsi akar gigi

d. Terjadi kelainan tulang penyangga gigi.

Malposisi gigi dapat dicegah dengan melakukan komunikasi yang jelas dengan petugas kesehatan gigi sebelum melakukan pencabutan gigi. Berikan informasi yang lengkap agar petugas kesehatan gigi dapat melakukan tindakan yang tepat.

http://www.infogigi.com

Gejala dan Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Lesi Ulserasi

http://www.infogigi.comGejala yang timbul adalah rasa seperti terbakar (prodormal burning) pada 2-48 jam sebelum ulser muncul. Selama periode initial akan terbentuk daerah kemerahan pada area lokasi. Setelah beberapa jam, timbul papul, ulserasi, dan berkembang menjadi lebih besar setelah 48-72 jam.

Factor-faktor yang mempengaruhi timbulnya lesi Ulserasi antara lain:

a. Factor host, antara lain genetic, nutrisi, penyakit saluran pencernaan, hormone, dan psikologi.

b. Factor lingkungan yang berpengaruh adalah infeksi, trauma, alergi, dan merokok

c. Factor herediter, misalnya kesamaan yang tinggi pada anak kembar, dan pada anak-anak yang kedua orang tuanya menderita RAS.

d. Hematologik defisiensi terutama zat besi, folat, vitamin B12

e. Alergi terhadap makanan seperti susu, keju, gandum, dan terigu

f. Gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi).

Terbentuknya RAS ini pada fase luteal dari siklus haid pada beberapa penderita wanita.

a. Abnormalitas immunologis atau hipersensitif terhadap organism oral.

b. Streptococcus sanguis

c. Trauma local

d. Stress psikologis

e. Penderita yang sering merokok juga bisa menjadi penyebab dari RAS.

Pembentukan Ulser pada perokok yang dahulunya bebas simtom, ketika kebiasaan merokok dihentikan.

http://www.infogigi.com

Jenis Lesi Ulserasi

http://www.infogigi.comYang dimaksud lesi ulserasi adalah keadaan dimana suatu jaringan telah terputus dengan jaringan sekitarnya karena jaringan itu membusuk atau mati.

Lesi ulserasi terbagi atas:

A. Ulkus traumatikus

Trauma yang timbul akibat menggosok gigi, tindik lidah. Penyebabnya adalah jamur etiologi.

Ciri-cirinya:

1. Ulkus tersebut biasanya tampak cekung dan berbentuk oval.

2. Tepi daerah lesi akan tampak erithematous yang kemudian akan tampak lebih muda secara perlahan-lahan karena proses keratinisasi.

3. Bagian tengah ulkus biasanya berwarna kuning keabu-abuan.

B. Sindrom Behcet

Yaitu ulserasi yang terjadi pada tiga tempat, yaitu mata, rongga mulut, dan kelamin.

Ciri-ciri sindrom behcet antara lain:

1. Photophobia, konjungtivitis (radang pada bagian mata), dan iritasi kambuhan kronis pada mata.

2. Ulkus yang terjadi mirip dengan apthousa terdapat pada rongga mulut (bibir dan pipi).

3. Pada kulit terdapat bercak-bercak makulopapula dan noduler yang melepuh.

C. Stomatitis apthousa kambuhan (Recurrent Apthous Stomatitis)

Recurrent Apthous Stomatitis (RAS) merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan ulkus rekuren dan terbatas pada mukosa mulut pasien yang tidak memiliki tanda-tanda penyakit lainnya.

Ulkus pada RAS biasanya berbentuk bulat atau avoid, mempunyai dasar nekrotik kekuningan, dan dikelilingi oleh region mukosa yang terinflamasi.