http://www.infogigi.com

Pencegahan Radang Mulut

http://www.infogigi.comRadang Mulut

Radang mulut adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada rongga mulut. Penyebabnya macam-macam antara lain kebersihan rongga mulut itu sendiri, gigi palsu yang kurang pas, makanan atau minuman yang pedas dan panas, reaksi alergi, atau terjadinya infeksi.

Radang mulut bisa dicegah dengan cara:

1. Menjaga kebersihan rongga mulut.

2. Menghindari makanan tajam seperti kacang tanah, taco, dan keripik kentang. Sikat gigi berbulu lembut harus digunakan, dan gigi dan gusi harus disikat dengan hati-hati.

3. Menghindari membenturkan sikat gigi ke dalam gusi.

4. Factor local, seperti tidak pas peralatan gigi atau gigi yang tajam, dapat dikoreksi oleh dokter gigi.

Penyebab infeksi pada peradangan rongga mulut biasanya dapat diobati dengan pemberian obat. Untuk peradangan mulut akibat masalah sitemik, seperti AIDS, leukemia, dan anemia diperlukan pengobatan oleh dokter spesialis.

Peradangan akibat luka bakar mulut kecil dari minuman panas atau makanan panas biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam seminggu atau lebih.

Pada masalah kronis stomatitis aphthous perlu terlebih dahulu memperbaiki setiap vitamin B12, zat besi, atau kekurangan folat.

http://www.infogigi.com

5 Pemicu Plak Pada Gigi

Ada lima hal yang merupakan pemicu munculnya plak:

a. Jarang menyikat gigi.

Sikatlah gigi anda minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride. Sikatlah seluruh permukaan gigi dengan lembut.

b. Kurang teliti membersihkan.

Gunakan dental floss (benang gigi) untuk membersihkan dan menjangkau daerah yang sulit terjangkau oleh sikat gigi. Misalnya antar gigi atau pada gigi berjejal.

c. Malas ke dokter gigi.

Serutin-rutinnya kita menyikat gigi, kita tetap perlu bantuan dokter gigi untuk membersihkan plak yang telah mengeras menjadi karang gigi. Jadi jangan malas ke dokter gigi agar gigi bebas dari plak dan karang gigi.

d. Suka makanan manis.

Makanan manis, softdrink serta rokok dapat menimbulkan lapisan tipis yang disebut stain. Adanya stain memudahkan makanan dan kuman menempel dan pada akhirnya membentuk plak.

e. Menolak sayuran.

Sayur dan buah-buahan yang dimakan dengan kulitnya merupakan scrub alami untuk menghilangkan plak. Jadi tidak ada lagi alasan untuk menolak makan sayuran.

Cara terbaik untuk menghilangkan plak adalah dengan menyikat gigi terutama di malam dan pagi hari. Lakukan pembersihan interdental oleh benang gigi, tusuk gigi, atau sikat antar gigi.

Sementara karang gigi yang terbentuk hanya dapat dihilangkan oleh dokter gigi dengan menggunakan alat yang disebut scaler. Jika karang gigi disertai penyakit gusi yang parah, pasien mungkin dirujuk ke spesialis periodontis untuk perawatan lebih lanjut.

http://www.infogigi.com

Plak Pada Gigi

Plak adalah lapisan lunak dan lengket yang melengket pada gigi. Plak terdiri dari protein dan bakteri. 70% dari bakteri itu berasal dari air liur. Plak terbentuk segera setelah selesai menyikat gigi. Plak mulai mengeras oleh kalsium, fosfor, dan mineral lainnya dan menjadi karang gigi hanya dalam waktu 48 jam setelah pembentukannya.

Karang gigi itu sendiri tidak berbahaya. Hanya saja karang gigi menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga menjadi tempat melekatnya koloni bakteri yang dapat menyebabkan berbagai masalah seperti radang gusi (gingivitis/periodontitis), kerusakan gigi (karies), dan bau mulut (halitosis).

Selain itu, struktur karang gigi yang lebih berpori dari pada enamel membuat gigi mudah berubah warna terlebih lagi jika anda sering merokok, minum kopi atau teh.

Ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah terdapat plak pada gigi anda. Ambil satu tablet pewarna khusus dan biarkan meleleh dilidah anda. Gerakkan lidah anda ke permukaan gigi-gigi anda. Kemudian berkumurlah sampai air tidak lagi berwarna. Bagian di mana gigi berubah warna adalah tempat plak.

http://www.infogigi.com

Tanda dan Gejala Periodontitis

http://www.infogigi.comTanda dan gejala periodontitis antara lain:

1. Gusi bengkak

2. Gusi merah terang atau keunguan

3. Gusi terasa kebal ketika disentuh

4. Gusi yang terdorong maju, membuat gigi terlihat lebih panjang.

5. Jarak yang timbul di antara gigi

6. Napas bau

7. Rasa tidak enak pada mulut

8. Gigi tanggal

9. Perubahan pada bentuk barisan gigi.

Ada beberapa jenis periodontitis. Jenis paling umum adalah periodontitis kronis yang paling banyak menyerang orang yang berusia lebih dari 35 tahun. Periodontitis yang dimulai pada masa kanak-kanak dan mereka yang berusia muda disebut periodontitis agresif.

Plak pada gigi dicurigai merupakan penyebab periodontitis. Plak terbentuk pada gigi ketika zat tepung dan gula pada makanan berinteraksi dengan bakteri yang secara normal ditemukan pada mulut.

Plak yang tidak dihilangkan lebih dari dua sampai tiga hari dapat mengeras dibawah lapisan gusi dan menjadi tartar. Tartar membuat plak lebih sulit dibersihkan dan anda membutuhkan pembersihan gigi oleh professional.

http://www.infogigi.com

Infeksi Gusi Periodontitis

http://www.infogigi.comPeriodontitis

Periodontitis adalah infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan tulang yang menyangga gigi anda. Semua penyakit periodontal, termasuk Periodontitis akan memengaruhi Periodonsium atau jaringan di sekitar gigi.

Periodontitis dapat menyebabkan gigi tanggal atau yang lebih buruk, meningkatnya resiko serangan jantung atau stroke dan masalah kesehatan serius lainnya.

Periodontitis berbeda dengan radang gusi (gingivitis). Gingivitis mengacu pada radang gusi, sedangkan periodontitis mengacu pada penyakit gusi dan kerusakan jaringan dan/atau tulang.

Gingivitis yang tidak diobati dapat berkembang menjadi Periodontitis. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa periodontitis melibatkan perubahan permanen pada struktur pendukung gigi, sedangkan radang gusi tidak.

Periodontitis biasanya diakibatkan kurangnya kebersihan mulut. Menyikat gigi setiap hari dan berkumur serta pemeriksaan rutin dapat mengurangi resiko terkena periodontitis.

http://www.infogigi.com

Gejala dan Pengobatan Angular Cheilitis

http://www.infogigi.comPedih Perih Di Mulut dan Lidah

Pedih perih di mulut dan lidah merupakan masalah yang sering terjadi. Umumnya merupakan akibat pertumbuhan berlebihan dari jamur Candida yang menyebabkan peradangan dan luka pada permukaan bibir sehingga bibir menjadi kering dan pecah-pecah. Dalam dunia kedokteran disebut Angular Cheilitis.

Gejalanya berupa:

a. Sudut bibir kering

b. Sudut bibir pecah-pecah.

c. Luka pada sudut bibir

d. Sakit pada saat membuka mulut

e. Perdarahan pada sudut bibir.

Angular Cheilitis dapat diobati dengan:

a. Salep anti jamur seperti Neosporin

b. Obat antivirus seperti Valtrex, Famvir, dan Zovirax. Obat-obatan ini digunakan untuk mengobati luka dan pecah-pecah dimulut akibat Herpes mulut.

Angular Cheilitis ini dapat dicegah dengan menjaga dan meningkatkan kesehatan mulut. Selain itu, penggunaan permen karet yang mengandung Xylitol atau Chlorhexidine dapat menurunkan resiko Angular Cheilitis.

http://www.infogigi.com

Patah Tulang Rahang

http://www.infogigi.comFraktur atau patah tulang pada rahang adalah hilangnya kontinuitas yang terjadi pada rahang. Daerah rahang meliputi tulang rahang atas (maxilla) dan tulang rahang bawah (mandibula).

Patah tulang dapat diakibatkan oleh trauma pada wajah ataupun keadaan patologis. Patah tulang ini dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dengan benar.

Tanda-tanda patah pada tulang rahang antara lain:

1. Dislokasi, berupa perubahan posisi rahang yang menyebabkan maloklusi atau tidak bertemunya rahang bawah dan rahang atas.

2. Pergerakan rahang yang abnormal, dapat terlihat bila penderita menggerakkan rahangnya.

3. Rasa sakit pada saat rahang digerakkan.

4. Pembengkakan pada saat rahang digerakkan.

5. Pembengkakan pada sisi yang mengalami patah.

6. Krepitasi berupa suara pada saat pemeriksaan akibat pergeseran dari ujung tulang yang fraktur bila rahang digerakkan.

7. Laserasi yang terjadi pada daerah gusi, mukosa mulut dan daerah sekitar fraktur.

8. Discolorisation, yaitu perubahan warna pada daerah fraktur akibat pembengkakan.

9. Disability, yaitu terjadinya gangguan fungsional berupa penyempitan pembukaan mulut.

10. Hipersalivasi dan Halitosis, akibat berkurangnya pergerakan normal mandibula dapat terjadi stagnasi makanan dan hilangnya efek “self cleansing” karena gangguan fungsi pengunyahan.

11. Numbness, yaitu kelumpuhan dari bibir bawah. Biasanya bila fraktur terjadi di bawah nervus alveolaris.

Perawatan dapat dilakukan dengan tindakan operasi, yaitu dengan pemasangan plat dan screw untuk menyambungkan tulang yang patah. Pada fraktur yang ringan dilakukan dengan pengikatan rahang atas dan rahang bawah, diikuti tindakan imobilisasi.

http://www.infogigi.com

Cara Menghindari Nyeri Gigi di Malam Hari

http://www.infogigi.comNyeri Gigi Di Malam Hari

Rasa nyeri merupakan tanda atau peringatan adanya masalah fisik atau bahaya yang mesti segera diatasi termasuk rasa nyeri pada gigi. Rasa nyeri ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Rasa nyeri pada gigi yang dirasakan oleh anak biasanya terjadi akibat abses pulpa dan abses dentoalveolar. Rasa nyeri ini dapat muncul kapan saja, tetapi akan lebih terasa pada malam hari.

Rasa nyeri akan muncul tiba-tiba dan biasanya ditandai dengan inflamasi dan infeksi pada gigi yang berlubang, mengalami trauma, dan gigi yang telah ditambal. Nyeri akan terasa selama beberapa jam terakhir pada saat tidur, makan, minum minuman yang sangat dingin, atau kegiatan lainnya.

Selain rasa nyeri, gigi permanen juga bisa mengalami rasa ngilu yang disebabkan oleh terbukanya dentin akibat menipisnya email gigi dan atau turunnya gusi.

Rasa nyeri akan berkurang segera setelah stimulus dihilangkan. Rasa nyeri ini disebut nyeri sekunder. Rasa nyeri akan terasa lebih sakit, dalam, yang diikuti rasa nyeri primer, yaitu nyeri di bagian superficial.

Rasa nyeri pada bagian gigi bisa terjadi pada anak-anak. Penyebabnya adalah inpaksi makanan pada bagian embrasure interdental, lesi karies yang merusak bagian marginal ridge dan kontak normal gigi sehingga akan muncul rasa sakit pada anak pada saat makan.

Hal ini penting untuk mengidentifikasi penyebab nyeri untuk menghindari terapi pulpa yang tidak perlu dilakukan atau juga ekstraksi gigi yang hanya disebabkan oleh karies.

Nyeri gigi ini dapat dihindari dengan cara:

1. Membersihkan sisa makanan pada daerah yang karies

2. Memperbaiki bentuk tambalan.

http://www.infogigi.com

Masalah Gigi Darurat dan Paramedian Lip Pits

http://www.infogigi.comMasalah gigi darurat

Sakit gigi merupakan masalah yang sangat umum terjadi pada gigi. Sakit gigi bisa terjadi karena:

1. Karies gigi

2. Abses

3. Peradangan gusi di sekitar akar gigi (perikoronitis)

4. Peradangan sinus (sinusitis).

Jika beberapa gigi atas terasa sakit pada saat mengunyah atau ketika membungkuk, kemugkinan penyebabnya adalah sinusitis (terutama jika sakit gigi timbul pada saat penderita menderita pilek). Pengobatan untuk sinusitis adalah antibiotic dan dekongestan (obat untuk melegakan hidung tersumbat).

Paramedian Lip Pits (pada anak)

Paramedian Lip Pits adalah adanya lubang atau celah pada garis tengah bibir, baik bibir bawah maupun bibir atas. Paramedian Lip Pits sering berhubungan dengan bibir sumbing atau celah langit-langit.

Tidak ada pengobatan untuk paramedian Lip Pits. Satu-satunya cara untuk mengatasi keadaan ini adalah dengan melakukan pembedahan untuk merekonstruksi bentuk bibir yang normal.

http://www.infogigi.com

Penyebaran dan Pengobatan Kanker Mulut

http://www.infogigi.comUntuk mengetahui apakah kanker telah menyebar dapat juga dilakukan pemeriksaan melalui:

1. Rontgen gigi

2. Rontgen dada

3. CT scan

4. MRI

Ada beberapa cara dan alternative untuk mengobati penyakit kanker mulut secara medis antara lain:

1. Operasi adalah terapi paling umum untuk kanker mulut adalah bedah atau operasi untuk mengangkat sel-sel kanker hingga kelenjar getah bening di leher dan jaringan lain di mulut dan leher. Operasi dapat dikombinasikan dengan terapi radiasi.

2. Terapi radiasi (atau radioterapi) adalah jenis terapi local untuk tumor kecil atau untuk pasien yang tidak dioperasi. Terapi radiasi dapat digunakan sebelum operasi untuk membunuh sel kanker dan menyusutkan tumor. Terapi ini juga dapat digunakan setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin tertinggal di daerah tersebut.

3. Kemoterapi adalah jenis terapi yang menggunakan obat antikanker untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi biasanya diberikan melalui suntikan.

Ketiga jenis terapi tersebut masing-masing juga memiliki efek samping, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda untuk menentukan dan memilih jalan pengobatan terbaik.

Selain melalui pengobatan medis, jangan menutup mata dengan pengobatan alternative untuk kanker mulut. Pengobatan alternative kanker mulut dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat herbal anti kanker, seperti sarang semut yang berkhasiat untuk menghancurkan sel-sel kanker mulut agar tidak berkembang dalam mulut.

http://www.infogigi.com

Tips Mengobati Herpes Primer dan Herpes Labialis

http://www.infogigi.comPengobatan pada herpes primer bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, sehingga penderita bisa tidur,makan, dan minum secara normal. Hal yang bisa dilakukan untuk mendukung pengobatan adalah:

1. Minum cairan sebanyak mungkin.

Rasa nyeri bisa menyebabkan anak tidak mau makan dan tidak mau minum; bila disertai demam, hal ini bisa dengan segera menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

2. Untuk mengurangi nyeri pada penderita dewasa atau anak yang lebih besar, bisa digunakan obat kumur anestetik (misalnya lidokain). Atau bisa juga digunakan obat kumur yang mengandung baking soda.

Pengobatan pada herpes sekunder akan efektif bila dilakukan sebelum munculnya luka, yaitu segera setelah penderita mengalami gejala prodroma.

Dibawah ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat pengobatan:

1. Mengonsumsi vitamin C selama masa prodroma bisa mempercepat hilangnya cold sore.

2. Melindungi bibir dari sinar matahari secara langsung dengan menggunakan topi lebar atau dengan mengoleskan balsam bibir yang mengandung tabir surya, bisa mengurangi kemungkinan timbulnya cold sore.

3. Menghindari kegiatan dan makanan yang bisa memicu terjadinya infeksi ulangan. Penderita yang sering mengalami infeksi ulangan bisa mengonsumsi lisin.

4. Salep asiklovir bisa mengurangi beratnya serangan dan menghilangkan cold sore lebih cepat.

5. Balsam bibir seperti jelly petroleum dapat menghindari bibir pecah-pecah dan mengurangi resiko tersebarnya virus ke daerah disekitarnya.

6. Obat antivirus yang dapat digunakan antara lain acyclovir, famciclovir, valacyclovir.

7. Untuk mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri, antibiotic diberikan kepada penderita dewasa yang memiliki luka hebat.

8. Untuk kasus-kasus yang berat dan untuk penderita yang memiliki kelainan system kekebalan, bisa diberikan kapsul asiklovir.

9. Kortikosteroid tidak digunakan untuk mengobati herpes simpleks karena bisa menyebabkan perluasan infeksi

Tindakan berikut bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya herpes labialis:

1. Menghindari kontak langsung dengan cold sore atau luka herpes lainnya

2. Memperkecil kemungkinan terjadinya penularan secara tidak langsung dengan cara mencuci benda-benda yang telah digunakan oleh penderita dengan air panas (lebih baik direbus)

3. Tidak memakai benda bersama-sama dengan penderita herpes, terutama ketika lukanya sedang aktif.

4. Menghindari factor pencetus (misalnya sinar matahari).

http://www.infogigi.com

Penyakit Kanker Mulut

http://www.infogigi.comPenyakit kanker mulut adalah bagian dari kanker kepala dan leher. Kanker mulut menyerang pada bagian-bagian mulut. Kanker ini bisa tumbuh di gusi, bibir, dinding mulut, lidah, langit-langit mulut atau dasar mulut. Kanker mulut termasuk penyakit berbahaya seperti kanker lainnya yang bukan mustahil membawa penderitanya pada kematian.

Kanker mulut yang timbul di lidah biasanya berbentuk benjolan atau timbulnya daging pada lidah. Kanker tersebut akan menyebabkan terjadinya pembusukan atau ketika pecah akan terus mengeluarkan cairan.

Kanker mulut yang berada dilidah akan terlihat seperti sariawan yang besar. Lidah akan berlubang dan kian lama akan bertambah besar. Sedangkan kanker mulut yang ada di gusi dapat dideteksi saat gusi membesar dan pipi menjadi bengkak.

Timbulnya kanker mulut disebabkan pertumbuhan sel-sel yang tidak terkontrol dan membuat gangguan pada jaringan sekitarnya seperti kepala dan leher. Sel-sel normal memiliki siklus hidup-mati.

Namun, itu tidak terjadi pada sel penyebab kanker mulut. Mereka terus bermutasi, menyebar, dan menyerang organ-organ sekitar sehingga menyebabkan kondisi abnormal dalam mulut.

Sel-sel kanker juga dapat menyebar ke bagian lain dari leher, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya. Tumor baru yang tersebar tersebut memiliki sel yang sama dengan tumor primer.

Misalnya, jika kanker mulut menyebar ke paru-paru, sel-sel kanker di paru-paru merupakan sel kanker mulut. Penyakit ini merupakan metastasis kanker mulut, bukan kanker paru-paru.

Seperti halnya kanker umumnya, penyakit ini sulit dideteksi sejak dini karena tidak memperlihatkan tanda yang nyata.

http://www.infogigi.com

Serangan dan Infeksi Virus Herpes Simpleks

http://www.infogigi.comYang dimaksud dengan serangan virus Herpes Simpleks adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks Tipe I atau tipe II yang ditandai adanya vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab dan merah. Vesikel ini paling sering terdapat disekitar mulut, hidung, daerah genital, dan bokong, walaupun dapat juga terjadi di bagian tubuh lain.

Virus Herpes Simpleks ini dapat pula menyerang bayi. Bayi ini mendapatkan virus Herpes Simpleks dari orang dewasa yang memiliki cold care. Infeksi awal pada bayi ini (herpes primer) menyebabkan peradangan gusi biasa dan sakit mulut yang luar biasa. Bisa terjadi demam, pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan tidak enak badan sehingga anak menjadi rewel.

Sebagian besar kasus bersifat ringan dna menghilang dengan sendirinya. Orang tua seringkali menduganya sebagai akibat dari pertumbuhan gigi atau penyakit lainnya.

Dalam 2-3 hari, timbul lepuhan yang sangat kecil (vesikel) di mulut. Vesikel ini mungkin tidak disadari karena mereka segera pecah dan meninggalkan luka terbuka dimulut.

Rasa sakit dirasakan di seluruh mulut, terutama gusi. Seminggu kemudian anak akan membaik, tetapi virus herpes simpleks tetap berada dalam tubuhnya, dan infeksi sering berulang di kemudian hari (herpes sekunder).

Infeksi awal menyebabkan sakit yang menyebar dimulut, tetapi infeksi ulangan biasanya menyebabkan timbulnya cold sore (fever blister, lepuhan yang timbul karena demam).

http://www.infogigi.com

Gejala Serangan Virus Herpes Pada Mulut

http://www.infogigi.comGejala serangan virus Herpes adalah:

1. Diawali dengan demam

2. Pasien dapat merasa sakit, panas, dan perih atau gatal terutama pada saat makan dan minum.

3. Gusi dapat membengkak dan mudah berdarah.

4. Didalam rongga mulut dapat timbul vesikel (gelembung) berukuran kecil yang umumnya berkelompok dan dapat dijumpai di bagian dalam bibir, lidah, tenggorokan, langit-langit, dan bagian dalam pipi.

5. Selanjutnya, vesikel ini akan pecah dan menjadi ulkus (luka) yang dipermukaannya terdapat semacam lapisan kekuningan. Pada saat inilah rentan terjadi penularan karena vesikel tersebut mengeluarkan cairan yang mengandung jutaan virus Herpes Simpleks.

6. Kelenjar getah bening setempat, yaitu di sekitar leher dapat membesar dan saat ditekan terasa lunak.

Tidak ada pantangan makanan bagi penderita herpes pada mulut. Yang perlu diperhatikan adalah biasanya penderita justru akan enggan untuk minum dan makan sehingga perlakuan istimewa saat memberikan asupan makanan, agar penderita tidak mengalami dehidrasi.

http://www.infogigi.com

Infeksi Herpes Pada Mulut

http://www.infogigi.comPenyakit herpes bukanlah penyakit yang identik dengan penyakit kelamin yang menular. Herpes dapat juga terjadi di rongga mulut.

Infeksi Herpes Mulut Primer (Gingivostomatitis Herpetik Primer, Herpes Labialis) adalah suatu infeksi awal oleh virus herpes simpleks yang menyebabkan terbentuknya luka yang terasa nyeri di gusi dan bagian mulut lainnya.

Sedangkan Herpes Sekunder (Herpes Labialis Berulang) adalah suatu reaktivasi (pengaktifan kembali) virus local yang menyebabkan terbentuknya cold sore (luka didekat mulut akibat demam).

Begitu seseorang terinfeksi virus Herpes, maka virus ini akan terus berada di saraf dalam keadaan laten. Artinya sewaktu-waktu penyakit ini dapat kambuh lagi.

Selama terjadi serangan, virus keluar dari persarafan menuju kulit atau membrane mukosa di mana ia berkembang biak dan menimbulkan gejala klinis. Setelah setiap serangan, virus ini akan kembali ke serabut saraf dan kembali memasuki fase laten yaitu keadaan istirahat.

http://www.infogigi.com

Hyperplastic Labial Frenum Pada Anak

http://www.infogigi.comHyperplastic Labial Frenum adalah keadaan dimana frenum rahang menonjol, tebal, dan berdaging.

Frenum adalah jaringan mukosa tipis yang menghubungkan mukosa bibir atas pada gusi antara gigi seri tengah atas. Frenum terdiri dari jaringan ikat dengan serat otot lurik yang timbul dari bundle otot bibir di kedua sisi garis tengah. Frenum berfungsi untuk memberikan stabilitas bibir atas.

Keadaan frenum yang tidak normal ini berpengaruh terhadap kemampuan mengeluarkan suara tertentu seperti pengucapan huruf “s” yang tidak sempurna.

Keadaan ini dapat diatasi dengan pemasangan kawat gigi atau pemotongan frenum. Bila keadaan frenum ini hanya terkait dengan sisi estetika tanpa memengaruhi keampuan pengucapan, dapat diatasi dengan laser Frenectomy.

http://www.infogigi.com

Faktor Penyebab Gingivitis atau Gusi Bengkak

http://www.infogigi.comGingivitis adalah peradangan pada gusi (gingival). Gingivitis sering terjadi dan bisa timbul kapan saja setelah tumbuhnya gigi. Cirri-cirinya: gusi meradang, tampak merah, membengkak, dan mudah berdarah.

Gingivitis hampir selalu terjadi akibat penggosokan dan flossing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) yang tidak benar, sehingga plak tetap ada disepanjang garis gusi.

Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri dari bakteri. Plak lebih sering menempel pada tambalan yang salah atau disekitar gigi yang terletak bersebelahan dengan gigi palsu yang jarang dibersihkan.

Jika plak tetap melekat pada gigi selama lebih dari 72 jam, maka akan mengeras dan membentuk karang gigi. Plak merupakan penyebab utama dari gingivitis.

Factor lainnya yang akan semakin memperburuk peradangan adalah:

1. Kehamilan.

Bila sebelum kehamilan sudah terjadi Gingivitis, maka Gingivitis ini akan semakin memburuk selama masa kehamilan. Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan hormonal, apalagi wanita hamil sering kali mengalami mual pada pagi hari. Akibatnya kebersihan mulut kurang terjaga.

2. Pubertas

3. Pil KB atau suntikan KB

4. Konsumsi obat-obatan tertentu, antara lain fenition (obat anti kejang), siklosporin (diminum oleh penderita yang menjalani pencangkokan organ), calcium channel blockers (misalnya nifedipin, obat untuk mengendalikan tekanan darah dan kelainan irama jantung).

Konsumsi obat-obatan ini bisa menyebabkan pertumbuhan gusi yang berlebihan sehingga plak sulit dibersihkan dan terjadilah Gingivitis

5. Kekurangan Vitamin C sehingga gusi meradang dan mudah berdarah.

6. Kekurangan niasin (pellagra) juga bisa menyebabkan peradangan dan perdarahan gusi, serta mempermudah terjadinya infeksi mulut.

http://www.infogigi.com

Cara Mengatasi Gingivitis

http://www.infogigi.comUntuk mengatasi Gingivitis, kondisi medis yang menyebabkan atau memperburuk Gingivitis harus diketahui. Setelah penyebabnya diketahui baru kemudian diatasi.

Berikut adalah cara mengatasi Gingivitis berdasarkan penyebabnya:

1. Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pertumbuhan gusi yang berlebihan harus diangkat melalui pembedahan.

2. Jika terjadi kekurangan Vitamin C dan niasin, berikan tambahan Vitamin.

3. Gingivostomatitis Herpetik Akut biasanya membaik tanpa pengobatan dalam waktu 2 minggu. Berikan obat kumur anestetik untuk mengurangi rasa tidak nyaman ketika penderita makan dan minum.

4. Pada Gingivitis deskuamativa diberikan terapi sulih hormone. Pilihan pengobatan lainnya adalah tablet kortikosteroid atau salep kortikosteroid yang dioleskan langsung ke gusi.

5. Untuk mencagah terjadinya perdarahan pada leukemia, sebaiknya penderita membersihkan giginya tidak dengan sikat gigi, tetapi menggunakan bantalan atau busa. Obat kumur klorheksidin bisa diberikan untuk mengendalikan plak dan mencegah infeksi mulut.

6. Pada perikoronitis, sisa makanan dan bakteri dibawah lipatan gusi dibersihkan oleh dokter gigi. Jika rontgen menunjukkan bahwa gigi geraham bawah tidak mungkin tumbuh secara sempurna, maka gigi geraham atas dicabut dan diberikan antibiotic selama beberapa hari sebelum gigi geraham bawah juga dicabut.

7. Untuk pengobatan infeksi akut yang tanpa komplikasi dapat diberikan antibiotic seperti Erythromycin, Doxycycline, Clindamycin, Minocycline.

8. Penggunaan anti septic kumur seperti klorhexidine dapat membantu mengurangi jumlah kuman dalam mulut.

9. Bila nyeri dirasakan sangat mengganggu, maka dapat diberikan pereda nyeri seperti Paracetamol dan ibuprofen.

http://www.infogigi.com

4 Macam Gingivitis

http://www.infogigi.comAda beberapa macam Gingivitis

Gingivitis Deskuamativa

Merupakan suatu keadaan yang paling sering ditemukan pada wanita pasca menopause dimana lapisan gusi yang paling luar terpisah dari jaringan dibawahnya. Gusi menjadi sangat longgar sehingga lapisan terluarnya bisa digerakkan dengan kapas lidi.

Gingivitis Simpleks

Gusi tampak merah, bukan pink. Gusi membengkak dan mudah digerakkan. Jika penderita menggosok gigi atau makan, gusi seringkali berdarah. Jika Gingivitisnya berat, maka pada saat bangun pagi bantal akan dipenuhi bercak darah, terutama jika pada saat tidur penderita bernafas melalui mulutnya.

Gingivostomatitis Herpetik Akut

Gingivostomatitis Herpetik Akut merupakan infeksi virus pada gusi dan bagian mulut lainnya, yang menimbulkan nyeri. Gusi tampak berwarna merah terang dan terdapat banyak luka terbuka yang berwarna putih atau kuning didalam mulut.

Gingivitis pada Leukimia

Gingivitis pada Leukimia merupakan tanda awal dari leukemia pada sekitar 25% penderita anak-anak. Penyusupan (infiltrasi) sel-sel leukemia ke dalam gusi menyebabkan Gingivitis dan berkurangnya kemampuan untuk melawan infeksi akan semakin memperburuk keadaan ini.gusi tampak merah dan mudah berdarah.

Perdarahan seringkali berlanjut sampai beberapa menit atau lebih karena pada penderita leukemia, darah tidak membeku secara normal.

http://www.infogigi.com

Cara Mengatasi Gigi Goyah

http://www.infogigi.comGigi goyah dapat diatasi dengan beberapa cara:

1. Bila goyahnya gigi disebabkan oleh penyakit periodontitis, segera kunjungi dokter gigi spesialis Periodontologi untuk dirawat. Pada penderita periodontitis, dokter gigi akan memberikan obat semacam gel di saku gusi dan obat kumur untuk membantu penyembuhan.

2. Mengunjungi dokter gigi secara rutin untuk pembersihan gigi dan mulut yang teliti sampai bersih.

3. Memasang gigi palsu segera setelah gigi dicabut agar gigi lawannya mendapat lawan gigit. Gigi asli atas akan terus turun (bila gigi bawah lawannya dicabut) dan gigi asli bawah akan naik (bila gigi atas lawannya dicabut) sehingga lama-lama akan goyah.

4. Bila gigi terkena benturan keras, lekas kunjungi dokter gigi supaya gigi bisa difiksasi dengan alat khusus.