Mau Putihkan Gigi? Gunakan pemutih gigi instan. Terbukti aman. Klik di sini!

Cara Menghindari Gigi Berjejal

Gigi berjejal atau saling bertumpuk merupakan keadaan tumbuhnya gigi diluar susunan gigi yang normal. Hal ini bisa terjadi karena beberapa sebab: 1. Adanya ketidaksesuaian antara ukuran lengkung rahang Selengkapnya...

Gangguan Kelenjar Ludah

Ludah memberikan perlindungan alami melawan kerusakan gigi. Ludah dihasilkan oleh kelenjar saliva (kelenjar ludah) yang terdapat didalam rongga mulut. Jumlah ludah yang tidak mencukupi bisa menyebabkan timbulnya lubang Selengkapnya...

Flu Singapura

Penyakit kaki, Tangan, Mulut = KTM Flu singapura merupakan penyakit yang muncul sepanjang tahun. Dinamakan flu Singapura karena Singapuralah penyakit ini menimbulkan kematian yang cukup banyak. Virus Flu Selengkapnya...

Dislokasi Rahang Bawah

Dislokasi adalah keluarnya persendian antara rahang atas dan rahang bawah. Sebagaimana kita ketahui, tulang rahang atas dan rahang bawah bersatu seperti engsel. Pada waktu mengunyah atau menguap, pergerakan Selengkapnya...

Cara Menghilangkan Karang Gigi

Menjaga penampilan bukan hanya dari luar saja, kondisi dalam tubuh terutama gigi juga harus selalu dijaga kebersihannya. Seringkali seseorang tidak menyadari masalah yang berada di gigi, salah satunya Selengkapnya...

Ulkus Kemoterapeutik

Pasien-pasien yang menerima obat-obat imunosupresi untuk berbagai penyakit serius, termasuk transplantasi organ, kondisi autoimun, atau neoplasma., dapat mengalami ulserasi oral dan stomatitis. Efek samping dari obat kemoterapeutik dapat Selengkapnya...

Infeksi Jamur Oral

Kandidiasis, dalam berbagai penampilan klinis adalah infeksi mulut paling umum, yang terjadi pada permukaan mukosa pasien AIDS dan seringkali merupakan manifestasi oral yang pertama. Infeksi kandida biasanya bersifat Selengkapnya...

Chanre Sifilis

Sifilis adalah suatu penyakit kelamin yang disebabkan oleh spirochaeta anaerob yaitu Treponema pallidum. Tanda dari sifilis oral primer adalah chanre tanpa sakit yang menunjukkan reaksi granulomatosa terhadap obliterasi Selengkapnya...

Manifestasi Oral Dari Infeksi HIV

Infeksi HIV dan AIDS Aquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV, HTL V III), yang pertama-tama dilaporkan oleh Center Selengkapnya...

Reaksi Alergi dalam Dunia Gigi

Alergi adalah suatu keadaan hipersensitivitas terhadap bahan-bahan tertentu, yang diperoleh dengan cara pemajanan berulang terhadap suatu allergen. Reaksi hipersensitivitas biasanya mengakibatkan kerusakan jaringan sebagai suatu akibat dari reaksi Selengkapnya...

Faringitis Yang Ditularkan Secara Seksual

Organisme kemaluan seperti virus herpes simpleks tipe 2, Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis dapat menyebabkan faringitis dengan cara penularan dari kontak langsung dengan sekresi atau lesi genital dan Selengkapnya...

Lesi Putih Traumatik

Trauma Akut, Luka Bakar Kimia dan Jaringan Parut Perifer. Lesi-lesi putih traumatik dapat disebabkan oleh berbagai iritasi fisik dan kimia, seperti trauma gesek, panas, kontak aspirin berkepanjangan, penggunaan Selengkapnya...

Sindrom Behcet

Sindrom Okulo-Oral-Genital Sindrom behcet, sesuai nama seorang dokter Turki yang pertama-tama menguraikan kelainan ulseratif yang terutam mengenai 3 daerah: mata, rongga mulut dan kelamin. Karena alasan ini maka Selengkapnya...

Hiperplasia Gusi Akibat Obat

Pada kira-kira 25 sampai 50% pasien yang mendapat obat terapeutik phenytoin (Dilantin), nifedipine (procardia) dan cyclosporine-A, pembesaran bulbus dari gusi adalah efek samping yang umum. Keadaan tersebut biasanya Selengkapnya...

Stomatitis Apthosa Kambuhan

 Apthae Minor, Ulkus Apthosa Stomatitis apthosa kambuhan diklasifikasikan dalam 3 kategori menurut ukurannya: apthae minor, apthae major dan ulkus herpetiformis. Kira-kira 20% dari penduduk menderita apthae minor atau Selengkapnya...

Hipersensitivitas Lambat Pada Rongga Mulut

Hipersensitivitas lambat (tipe IV) adalah suatu respons dari system kekebalan terhadap allergen yang masuk secara local atau sistemik, yang biasanya berkembang lambat dan mencapai tingkat maksimumnya 24 sampai Selengkapnya...