Keratosis Rokok dan Stomatitis Nikotin

Loading...

Keratosis Rokok.Keratosis Rokok.

Keratosis rokok adalah suatu bukti reaksi spesifik pada orang-orang yang mengisap rokok tanpa filter atau marijuan dalam jangka waktu yang sangat pendek. Lesinya-lesinya, yang berdektan satu sama lain ketika mulut ditutup, mengenai bibir atas dan bawah di lokasi penempatan rokok.

Loading...

Bercak-bercak keratotik ini kira-kira 7 mm diameternya dan umumnya terletak lateral dari garis tengah. Papula-papula menimbul putih jelas terlihat di seluruh bercak, membuat suatu permukaan kasar dan keras pada palpasi.

Kadang-kadang keratosis rokok dapat meluas kedalam mukosa bibir, tetapi jarang sampai mengenai batas vermilion. Pria-pria tua paling umum mendapatkannya.

Menghentikan kebiasaan merokok biasanya memberi kesembuhan. Terjadinya ulkus dan pembentukan keropeng akan menimbulkan kecurigaan pada perubahan neoplastik.

Stomatitis Nikotin (Palatum Pengisap Pipa).

Stomatitis nikotin adalah suatu respons dari struktur-struktur ektodermal palatum pada mereka yang mengisap pipa atau cerutu berkepanjangan.

Biasa dijumpai pada pria-pria usia pertengahan dan tua, di posterior rugae palatum, lesi ini menunjukkan perubahan progresif dengan berlalunya waktu.

Mula-mula iritasinya menyebabkan eritematosus yang difus pada palatum. Akhirnya palatum menjadi putih keabu-abuan selain dari hiperkeratosis.

Terjadi banyak papula-papula keratotik khas dengan tengah yang merah cekung dan berhubungan dengan lubang-lubang duktus ekskretorius kelenjar liur minor yang melebar serta meradang.

Papula-papula tersebut membesar jika iritasinya menetap, tetapi tidak bergabung dan membuat palatum tampak seperti berbatu-batu yang khas.

Papula-papula yang terpisah, tetapi dengan tengah merah menonjol adalah umum. Apakah lesi tersebut timbul sebagai akibat dari panas atau tembakau masih diperdebatkan.

Mengisap rokok secara terbalik akan menimbulkan temuan yang sama. Berhenti mengisap rokok akan berakibat meredanya lesi ini.

Loading...